Di Bawah Payung

Di Bawah Payung

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 13, 2018
Dear Hujan,, Mengapa kau turun dengan mengikat rindu saat ku tak lagi menginginkannya , mengapa kau selalu membuat orang yang ingin melupakan menjadi tak berdaya untuk meninggalkan. Ketika pertama kali aku menulis surat ini entahlah apa yang ku pikirkan, hanya saja aku menuangkan setitik demi setitik tinta ini untuk menuliskan rinduku padanya. Jika rindu memang berat untukku, ku mohon buatlah rindu ini sirna seketika dengan begitu aku tak lagi mengkhawatirkannya. Aku memang tak pandai merangkai kata demi kata untuk menggambarkan rindu ini, tapi aku mencoba menggambarnya dengan perasaan lewat sebuah pena dan selembar kertas yang kini sedang ku genggam yang perlahan-lahan tangan ku bergerak untuk menuliskannya. Aku juga memang tak pandai menampakkan, tapi ku coba dengan mengukirnya lewat kehidupan. Sudah berapa kali aku mencoba untuk menghilangkan rindu ini kepadanya, tapi tetap aku tak bisa untuk meninggalkan. Tetaplah rindu menjadi bayangan waktu yang terus mengejar membuatku seolah terjebak dalam kenyataan. Jika surat ini tak mampu mengantarkanku untuk bertemu dengannya setidaknya aku menitipkan rindu ini kepadamu. Dear Hujan,, Ku titipkan rindu ini untuknya lewat suara gemericik air yang membisingkan dan merindukan kenangan di bawahmu bersamanya. Salam rinduku, Kara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sekali Lagi (End)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Rinai Hujan
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • 雨 (𝐡𝐮𝐣𝐚𝐧)
  • Teruntuk kamu, Septemberku ♥
  • Antara Jarak Dan Waktu

"Tolong kasih aku kesempatan buat deketin kamu lagi Rin. Aku udah nunggu kamu selama ini. Aku gak mau kehilangan kamu lagi." Arya berkata sambil menatap mataku dalam. Aku tergagap menatap matanya. Segera kualihkan pandanganku ke arah lain. Ya Tuhan perasaan apa ini. Tiba-tiba hatiku bergetar dan jantungku berdegup kencang. "A... Aku.. Aku gak bisa Ar... Aku.. Bukan perempuan yang pantas untuk kamu." ucapku menunduk. "Aku gak peduli Rin... Aku cuma mau kamu... Aku sayang kamu Rin..." Arya berkata lirih. ***** Cinta yang hadir di masa lalu ternyata tidak semudah itu terlupakan. Apalagi bila cinta itu tumbuh pada masa putih abu-abu. Ada yang bilang masa itu adalah masa yang sangat berkesan. Masa-masa yang penuh canda tawa dan masa-masa mengenal cinta. Meskipun kamu sudah bahagia dengan kehidupanmu sekarang, namun ada kalanya rasa itu timbul tanpa disangka. Dan ketika engkau tidak dapat mengelak dari rasa itu, apakah yang harus kamu lakukan? Ini bukan cerita perselingkuhan, ini cerita cinta di usia yang tidak muda lagi. Ini cerita cinta yang mungkin bisa terjadi pada diri kita.. Enjoy.. Happy reading... Tulisan perdana, semoga bisa menghibur para pembaca semua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines