We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Gift
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 26, 2018
WpInfo
Fiction
Horror
Ketika kehidupanmu orang lain hancurkan, apa yang kamu harapkan? Balas dendam? Berambisi untuk membuat si pelaku mati? Hanya Karen Gillam yang mampu menjawab. Ambisinya selama enam tahun belakangan ini adalah membuat sang Ayah merasa apa yang Karen rasakan. Karen berambisi untuk menghabisi Ayah kandungnya sendiri. Keluarganya hancur berantakkan setelah Ibunya tahu bahwa Ayahnya selingkuh. Hanya Ayahnya saja yang ingin dia buat hancur berantakkan bahkan sampai tak bersisa. Karen mengerti, tamu tidak akan masuk kecuali sang pemilik rumah membukakan pintunya. Karen tidak begitu peduli dengan ibu tirinya. Dia bersumpah akan memenggal kepala Ayahnya sampai mati. Keadaan semakin tegang ketika sebuah pesan masuk lewat e-mail. Tepat pada hari ulang tahunnya, pada pukul tiga dinihari, sebuah kotak khusus berada didepan pintu rumahnya. Karen begitu terkejut saking senangnya, ternyata si pengirim e-mail dan kado tengah malam adalah teman jarak jauhnya yang dia kenal beberapa bulan lalu. Karen sangat berterimakasih untuk Tom. Dia yang paling tahu segalanya tentang Karen.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Exiled Child (END)
  • It's So Hurtful [END]
  • Evanescent [END]
  • Anna's Secret [END]
  • DIA FIGURAN
  • kenzi laska Abraham
  • extra transmigration [End]
  • Baby Canny

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines