We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mencintaimu dalam doa

Mencintaimu dalam doa

  • WpView
    Reads 3,449
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 31, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah Cinta seorang gadis yang diam-diam mengagumi sang KETOS nya(Ketua Osis),gimana kelanjutan kisahnya apakah sang gadis mampu menaklukkan hati sang KETOS yang tidak mengetahui perasaan yang dia miliki untuk sang KETOS
All Rights Reserved
#31
mencintaidalamdoa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If It's You
  • CINTA SEPIHAK [TERBIT]
  • Cinta Terakhir Pilihan Tuhan
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • NAYYARA
  • ketua osis ku
  • ZAYYANA [On going]
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • Takdir Terbaik

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines