FAMED
  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
Anesia Sabrina -Anes. Cewek yang memasuki tahun keduanya di SMA. Suka liat cowok ganteng tapi salting pas ketangkep ngeliatin. Tiada hari tanpa pembicaraan seputar cowok ganteng. Bagi Anes, mata dan mulutnya sudah disetel buat hanya terfokuskan pada titik titik ganteng yang tersebar di seluruh penjuru SMAnya. Tapi hanya kakak kelas. Anes gak minat sama cowok ganteng seangkatannya apalagi adik kelas. Tapi rasanya Anes bakal ngejilat ludah sendiri. Kenapa? Karena suatu peristiwa dimana melibatkan Revalion Athariq -Reval. Yang ternyata teman seangkatannya tapi beda kelas. Untuk pertama kali Anes ngaku kalo Reval memang ganteng. Apakah nanti Anes bakal suka sama Reval kayak Anes suka sama cowok ganteng pada umumnya? Mengingat tingkah Reval yang menyebalkan malu malu tai kucing tapi pas diinjek baunya bikin pusing tujuh keliling, rasanya Anes butuh mikir dua puluh dua kali. "Eh lo yang tadi ngelempar basket gue kan?" "Gak!" "Gak apaan! Jelas jelas lo cewek rese tadi." "Rese pala lo! bukan gue juga orangnya." "Ini kelas lo?" "Iya kenapa?!" "Oh jadi lo anak unggulan. Pantes aja pinter. Pinter ngeles." "Gak usah bawa bawa kelas gue. lagian juga salah lo main lempar basket ke muka gue. lo kira muka gue ring hah?!" "Nah ngaku juga kan lo akhirnya." Ah Anes keceplosan. #PRIVAT-ACAK
All Rights Reserved
#314
basket
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • SATU DARAH
  • AYKA
  • DAKSA [END]
  • I'm Into You, Lily ✓
  • AFIKA [ END✔ ]
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • RHEVAL
  • Cloud Love (Part 1 Completed)
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines