Cold Girl

Cold Girl

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 2, 2018
Saat seorang murid pintar namun ia tidak pernah menunjukan kepandaian nya kecuali saat ulangan itu tidak membuat para guru illfiel padanya karna kelakuannya yang dapat terbilang sangat menyebalkan. Namun meskipun kelakuannya yang menyebalkan tersebut tidak membuat para guru untuk tidak mengakui bahwa ia memiliki otak yang begitu encer bak air yang mengalir meskipun ia terkenal dengan kemalasannya. Tapi siapa sangka meskipun menyebalkan ia memiliki otak diatas rata-rata? Berbeda dengan cewek yg satu ini. Ia terkenal dengan sifatnya yg begitu cuek pada semua orang dan selalu mengeluarkannya kata-kata yg membuat lawan bicaranya tersebut tidak dapat berkata-kata,dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat senyumnya. Ia pintar dibeberapa mata pelajaran saja,itupun harus melakukan proses yg sangat melelahkan. "Nih pake aja dulu" "Gue bisa ambil sendiri" "Dari pada lo ke kelas,jauh juga kan. Mending pake ini dulu aja,nih" "Kaki gue masih berfungsi buat jalan" "Yaudah iya,tapi kan gue cuma mau bantu lo aja. Sekali-kali kek lo terima bantuan gue gitu" "Thanks tapi gue ga butuh bantuan lo" ____________________________ Kepanjangan ya?? Hehe mian deh 😅😅 Welcome gaes ini ff baru saiya mampir kuy siapa tau ngga mau pulang:v
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • the magical forest {CH}
  • dimana janji tersebut
  • ||Perjodohan||✓
  • Beautiful Disaster
  • Transmigrasi si bar-bar
  • Heeseung Harem
  • Felicity [On Going]
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines