Pergi dan ikhlaskan

Pergi dan ikhlaskan

  • WpView
    LECTURAS 110
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida mar, may 22, 2018
Hari ini baru aku sadari.. Saat sepi menghampiri dan aku terdiam sendiri. Ya, aku merasa ada rasa yang tak biasa. Membuat hati ini gelisah tak tentu arah. Membuatku diri ini seolah-olah melayang terbang tinggi. Entah kapan rasa itu tiba.. Begitu cepat bersarang, lalu tinggal menetap dalam hatiku. Jujur, aku baru pertama kali merasakannya. Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Rasa yang selama ini ingin aku hindari, namun sekarang aku miliki. Ah tidak, mungkin hanya rasa kagum saja. Entahlah, aku tak tau harus bagaimana. Aku bingung menjelaskannya. Apakah harus membencinya atau mempertahankannnya? Memilih berpura-pura atau merelakannya? Rasa ini semakin hari semakin mendalam. Hingga tepat sore hari ini, aku berpikir sejenak. Akankah aku terus seperti ini? Memikirkan dia, yang entah belum jelas akan menjadi jodohku atau hanya menjadi pelajaran dalam hidupku. Ya Allah, maafkan aku.. Setiap detik aku hanya mengharapkan balasan cinta darinya, sedangkan cinta-Mu aku abaikan. Setiap hari aku hanya memikirkan dia, sedangkan Diri-mu aku lupakan. Ya Allah, sekarang aku menyadari.. Ternyata ini hanya perasaan sesaat. Aku tak ingin lagi berharap pada seseorang yang belum tentu akan menjadi jodohku. Dan aku putuskan, untuk melepaskanmu.. Walau rasa ini masih mengakar kuat dalam hatiku. Tapi aku akan terus berusaha memudarkan rasa ini dan melupakan dirimu. Aku akan berusaha menjauh dari kehidupanmu. Aku percaya ini jalan yang Allah ridhoi. Dan aku percaya cinta-Nya akan selalu menguatkanku. Sekarang, aku hanya bisa memendam segala rasa ini. Rasa yang entah akan berujung atau memudar begitu saja. Cukup hanya Allah-lah yang mengetahuinya. Biar takdir-Nya yang akan menjawab segala kegundahan hati. Aku mengikhlaskanmu.. Karena.. Cinta, rasa yang indah bila dijaga. Cinta yang tulus akan selalu terutarakan dalam do'a. Cinta akan sempurna bila dua hati disatukan dalam ikatan yang diridhoi oleh Sang Maha Cinta. Dan yang menjaga hati hanya untuk yang terjaga hatinya. By : Ukh.ym
Todos los derechos reservados
#19
menjauh
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mahligai Sunyi
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Rindu yang berjarak
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • DikaRanggi
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • You're Here, But Not For Me
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Love In Silence
  • Qanita

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido