Dosen Killer [Hwang Minhyun]

Dosen Killer [Hwang Minhyun]

  • WpView
    Reads 21,059
  • WpVote
    Votes 607
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 20, 2018
WpInfo
Fanfic
Wanna One
"Jam segini anda baru datang" Tanyanya dengan nada ketus dan diiringi tatapan mata laki-laki itu yang sangat mengintimidasi "Wae?!! Santai aja kali dosennya juga belum dateng, lagian gausah terlalu formal ah" Ujarnya diikuti tawa ringan dari mulut jeon somi dan dengan sengaja gadis itu memukul pelan lengan laki-laki didepannya itu "Jeon somi saya sedang tidak bercanda" Tegas laki-laki itu sambil menekan setiap kata pada kalimat yang dia lontarkan kepada gadis didepannya ini "Kok lu nyo-" Perkataan somi terpotong ketika ada dua orang gadis yang menghampiri mereka berdua , berhenti tepat didepan laki-laki itu dan mereka sedikit membungkukkan tubuhnya kemudian berkata "Selamat pagi pak" what??pak?!!berarti nih orang bukan mahasiswa dong??jangan-jangan nih orang dosen penggantinya pak andrian dong, mampus dah gua??!! - - - Warning⚠⚠ Mengandung kalimat umpatan, bagi yang tidak kuat silahkan lambaikan tangan ke kamera hp masing-masing ~~sekian dan terimakasih~~
All Rights Reserved
#459
jeonsomi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Idol Shipper Syndrome
  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • Finding Daddy (END)
  • LO(ST)VE
  • My Good Girl
  • F A K E ? [End]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)

Lisa: Si brengsek Memangnya kenapa kalau aku memanggilnya dengan sebutan itu? Gara-gara kesalahpahaman aku dicap sebagai 'patah hati nasional'. Mereka mengecapku sebagai gadis yang cintanya ditolak sementara dia? Dengan syndrome narsis tingkat parah mengamini kalau aku memang cinta mati padanya. Pasti ada yang salah dengan isi kepalanya. Jungkook: Sudah kukatakan berkali-kali. Aku sama sekali tidak tertarik padanya. Tapi, ke mana pun aku pergi, namanya selalu disebutkan. Terlebih lagi, ia sangat...sangat..sangat menyukaiku. Apa yang harus kulakukan? Jujur saja, aku sudah terlalu lelah dengannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines