Bulan Yang Cantik

Bulan Yang Cantik

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 19, 2018
Dikala malam yang sepi,, langit memancarkan indah. Bulan seakan tersenyum memancarkan sinar terangnya. Tetapi ada seorang anak kecil duduk didekat pintu belakan rumah, dia seakan memandangi langit. Dengan raut muka sedih. Dia berbicara kepada bulan " wahai sang bulan aku ingin sekali bisa membahagiakan kedua orang tuaku......' entah aku diposisi sulit 'dengan pilihan berat pengorbanan waktu juga..." wahai bulan andai kau tau aku hanya ingin bisa melihat orang sekelilingku bahagia. Aku selalu berdoa dalam hati agar semua bisa terwujud. Dengan malam semakin dingin anak itu masih duduk menatap langit melihat bulan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • SELENOPHILE
  • Memories in Moon
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • LANGIT END
  • Mentari Tanpa Sinar
  • I Told the Moon about You
  • A Not So Love Letters for 13!
  • Pelangi untuk Hujan(on going)

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines