Story cover for Suaraku by Assundawi22
Suaraku
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published May 15, 2018
Ibu
walaupun aku tak pernah melihat wajah cantikmu,tapi kau tetaplah ibuku yg sangat aku cintai.
Andai saja aku bisa melihatmu sekali saja,sungguh bahagia.
Kau berjuang dari mulai mengandungku,melahirkanku,merawatku sampai akhirnya kau pergi untuk selamanya didunia ini.
Tak ku ingat sebagaimana kecantikanmu tapi jasamu akan selalu ku ingat selalu

Ayah
Kaulah pahlawan bagiku,tak terhitung seberapa banyak tetesan keringat yg mengalir dari tubuhmu hanya untuk membahagiakanku.
Kau rawat aku,kau gantikan posisi ibu,kau adalah ayah sekaligus ibuku.

Entah seberapa banyak kata kata kotorku yg telah aku lontarkan terhadapmu
Entah seberapa banyak permintaanku terhadapmu
Entah seberapa banyak aku membuatmu termenung ditengah malam menghadap memohon kepada Yang Maha Memberi Rizqi Allah SWT hanya untuk membahagiakan anakmu.
Entah seberapa banyak aku berbohong terhadapmu.

Saat aku ingin membuatmu bangga,engkau menyusul ibu dan meninggalkan aku sendiri.
All Rights Reserved
Sign up to add Suaraku to your library and receive updates
or
#41pepatah
Content Guidelines
You may also like
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku by D_Prayogo
5 parts Complete
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
NEVER CHANGE ME & YOU by ArinaZiza
8 parts Ongoing
"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK
Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END] by sekarktsn
45 parts Complete
"Karena hanya dengan berdoa, aku merayu Allah dalam usaha menjemput cinta mu" Masa lalu yang pernah di alami oleh Zahira Nafisha Haura membuatnya membenci semua laki-laki. Ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi semua anak perempuan nyata nya tidak untuk Haura. Ia sangat membenci Ayahnya karena perlakuan buruk Ayahnya kepada Ibu Haura. Sejak kecil Haura sering melihat penderitaan yang Ayahnya berikan kepada Haura dan Ibunya. Dan karena perlakuan buruk itu tak hanya mental Haura yang terganggu tapi masa depan dan alasan Haura untuk bahagia telah hilang. Ibunya meninggal karena Ayahnya. Dan Ayahnya juga tak perduli pada ia dan Ibunya yang sudah tiada. Bukankah Ibu Haura adalah istri nya? kenapa dia setega itu! Bahkan setelah Ibunya meninggal pun Haura semakin membenci Ayahnya dan ia tak mau bertemu lagi dengan pria yang paling ia benci itu. Semenjak Ibunya meninggal, Ayahnya pun hilang bak di telan bumi. Tak peduli dengan Haura dan masa depannya. Hingga suatu saat seorang pria datang dengan beraninya memperlihatkan tawa indah yang telah lama hilang di pipi Haura. Pria yang membuat Haura kembali merasakan cinta, tapi apakah rasa itu bertahan lama? Ikhtiar menjemput cinta Hanya dengan berdoa, Aku yakin Allah akan mempersatukanku dengan tulang rusuk ku. Kamu bidadari syurga yang Allah tetapkan menemani ku di setiap waktu ku. Kamu yang aku usahakan untuk selalu tersenyum. Tak perlu ada balasan cinta, karena cintaku saja sudah cukup untuk kita berdua.
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
You may also like
Slide 1 of 8
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
NEVER CHANGE ME & YOU cover
Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END] cover
Surat Cinta Untuk Ibu cover
ibuku duniaku cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Optimus Pater [Completed] cover
Bitch Daughter (Putri Kupu-kupu Malam) SELESAI✓ cover

"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku

5 parts Complete

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".