Story cover for just one eye by Mauramarfy
just one eye
  • WpView
    GELESEN 632
  • WpVote
    Stimmen 97
  • WpPart
    Teile 6
  • WpView
    GELESEN 632
  • WpVote
    Stimmen 97
  • WpPart
    Teile 6
Laufend, Zuerst veröffentlicht Mai 15, 2018
kalian tau gimana rasanya di posisi gue? sakit. ngebatin. selalu itu yang gue rasain. gue cinta sama dia, gue sayang banget sama dia, tapi cinta ini cuma bertepuk sebelah tangan, dia gak punya perasaan apapun tentang gue. bayangin gimana hancur nya gue setelah denger dari mulut dia langsung, dia bilang "alenna cuma temen gue, gak lebih."
gue sampe gak bisa napas dan udah gak punya semangat ataupun tenaga lagi buat hidup. gue udah hancur. fabian cuma anggap gue sebagai temen doang. padahal, gue... gue anggap dia sebagai belahan jiwa gue. sakit banget. gue gak berani ngungkapin perasaan gue. gue takut dia nolak gue. gue takut hubungan gue sama dia jadi renggang, gue takut dia menjauh. takutt banget, gue takut kehilangan dia.

"ini tentang luka yang akan membuat kamu kuat, ini tentang kepergian yang membuatmu merasakan rindu kebersamaan, dan ini tentang cinta yang membuatmu mengerti arti sebuah rasa" -alenna
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie just one eye zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#37fabian
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Too Far to Hold [COMPLETED] von beliawritingmarathon
48 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[Proses Terbit] "Kamu sangat dekat hanya dalam mimpiku" Novel dua sudut pandang by Fifi Alfiana Alana You just can help someone that he wants to be helped. Trust me, semua orang yang berusaha membantunya akan gagal. I can't believe even to my self, kenapa bisa jatuh cinta padanya? Wingga Those who were damaged weren't fixable. Bahkan ketika sudah diperbaiki, tidak akan sama lagi. Coba saja pecahkan cermin, lalu kamu perbaiki. Yakin ketika kamu bercermin wajahmu tidak terbelah? Itu juga berlaku untuk hati. Setelah tersakiti, yakin kamu bisa jatuh cinta lagi? Ibarat iklan Beng-beng, Alana suka makan Beng-beng dingin, dan Wingga suka makan Beng-beng langsung. Satu di kutub utara, satu di hutan amazon. Alana bahkan merasa dia seperti anak kucing yang ingin mengobrol dengan jerapah. Bagaimana mungkin mereka bisa bertemu, bahkan sampai Wingga mampu menceritakan rasa sakit yang sudah dia pendam bertahun-tahun? Bagaimana kelanjutan kisah mereka berdua, akankah cinta meluluhkan hati Wingga? Akankah Alana tetap berjuang untuk bersama Wingga? Ataukah justru Alana berhenti di tengah jalan, menyerah pada rasa cintanya sendiri? ___________________________________________________________________________ Halo readers tersayang! Perkenalkan, aku Fifi Alfiana, perantara kisah Alana & Wingga yang hendak kalian baca ini. Kenapa aku bilang perantara? Yah, bisa jadi di dunia ini secara paralel dengan tulisan ini dimuat disini, ada Alana-Wingga yang lain yang sedang melalui hal serupa. Dunia ini luas, sangat. Tapi kemudian dunia ini tetiba berasa kecil karena dengan komunikasi, segalanya terasa dekat. Kisah ini saya tulis bersamaan dengan perjalanan pengalaman saya kuliah (baca: main-main) di Korea Selatan. Sangat jauh di mata, tapi dekat di hati kan? Wkwk sowwy kalau lebays. Btw, you can drop a hello to me via: IG: @fifi.alfiana, Wattpad: @fifi_alfiana Let's be friends! :)
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
Rendezvous cover
Sebatas Angan [END] cover
See You✔ cover
Too Far to Hold [COMPLETED] cover
Antara Cinta, Waktu, dan Takdir cover
Antagonis cover
NADINE (Completed)✔✅ cover
FIZYA cover
Cinta Dua Waktu cover

Rendezvous

48 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Bercerita tentang sekelompok remaja yang terjebak dalam labirin bernama friendzone. Beberapa dari mereka memilih untuk mencoba melarikan diri dari labirin, sementara beberapa lebih memilih untuk menyerah dan hanya menikmati plot labirin tersebut. * * * Rendezvous mengisahkan tentang enam remaja yang terjebak dalam zona sialan yang sakitnya melebihi dari sekadar patah hati biasanya, dan zona itu biasa disebut sebagai lingkaran setan atau mudahnya 'friendzone'. Yang satu berusaha mengejar, Yang satu berdiam dan bersembunyi, Yang satu tak ingin kehilangan, Yang satu bimbang akan pilihan, Yang satu akan mengakhiri, dan Yang satu baru mulai menata langkah. Ada banyak halangan yang harus dilewati hanya untuk melepaskan diri dari zona tersebut. Apakah keenam remaja ini sanggup melewatinya?