just one eye

just one eye

  • WpView
    Reads 632
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 17, 2018
kalian tau gimana rasanya di posisi gue? sakit. ngebatin. selalu itu yang gue rasain. gue cinta sama dia, gue sayang banget sama dia, tapi cinta ini cuma bertepuk sebelah tangan, dia gak punya perasaan apapun tentang gue. bayangin gimana hancur nya gue setelah denger dari mulut dia langsung, dia bilang "alenna cuma temen gue, gak lebih." gue sampe gak bisa napas dan udah gak punya semangat ataupun tenaga lagi buat hidup. gue udah hancur. fabian cuma anggap gue sebagai temen doang. padahal, gue... gue anggap dia sebagai belahan jiwa gue. sakit banget. gue gak berani ngungkapin perasaan gue. gue takut dia nolak gue. gue takut hubungan gue sama dia jadi renggang, gue takut dia menjauh. takutt banget, gue takut kehilangan dia. "ini tentang luka yang akan membuat kamu kuat, ini tentang kepergian yang membuatmu merasakan rindu kebersamaan, dan ini tentang cinta yang membuatmu mengerti arti sebuah rasa" -alenna
All Rights Reserved
#51
cintabertepuksebelahtangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Verronica (COMPLETED)
  • Disaster In Feelings
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • See You✔
  • You Are Mine [Terbit]
  • FIZYA
  • Friendzone
  • Antara Cinta, Waktu, dan Takdir
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • NADINE (Completed)✔✅

Gue diam bukan berarti pengecut. Tapi gue diam karena gue salah udah menciptakan perasaan terlarang ini. Perasaan terlarang yang gak boleh ada dalam persahabatan. Gue salah karena jatuh cinta sama lo.

More details
WpActionLinkContent Guidelines