NAMY - MY GHOST

NAMY - MY GHOST

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 18, 2018
WpInfo
Fiction
Mystery
Ketika aku pertama kali bertemu dengan Namy,segalanya berubah.Dia mengubah pandanganku tentang kehidupan.Dia mengajariku,segala hal yang belum aku tahu. Dia sudah mati,tapi entah kenapa aku merasa dia seperti memiliki jiwa kehidupan yang luar biasa.Padahal,nyatanya dia sudah meninggal. Hingga pada suatu hari,kami menjalin persahabatan...yang terikat satu sama lain.Tak terpisahkan. Tapi,persahabatan kami mulai renggang karena ada perasaan yang terlibat di dalamnya.Aku tahu,seharusnya kami tak perlu melibatkan perasaan ini.Aku adalah manusia normal yang pasti menyukai lawan jenisku.Sedangkan dia bukan manusia,tetapi dia merasa dirinya juga manusia. Dalam benakku,pernah terlintas pikiran untuk mengusir Namy dari hidupku agar aku bisa hidup normal seperti orang-orang.Tetapi aku tak tega melakukannya. Sekarang,yang kupikirkan adalah,"Bagaimana cara mengantarnya pulang ke alamnya?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It HURTS
  • DUNWICH
  • BEDA DUNIA
  • Cute Boys.[Bl]
  • Kelas A [End]
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Rumah Dan Teman? [END]
  • Wisata Di Alam Gaib
  • Immortal Love (Complete)
  • Halaman Hidupku
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines