Sajak Asa

Sajak Asa

  • WpView
    Reads 1,427
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
Bagiku kau adalah rumah, tempat di mana aku akan menetap dan kembali pulang setelah lama berkelana untuk menemukan sesuatu hal yang baru. Namun, bagimu aku hanyalah sebuah penginapan, tempat di mana kamu akan singgah untuk melepas penat setelah jauh melangkah dan akan kembali pulang ke rumah ketika penatmu di rasa sudah hilang. Namun tak apa, jadi tempat singgah pun aku sudah cukup bahagia karena setidaknya aku sudah cukup berperan di dalam masa patah hatimu.
All Rights Reserved
#652
ldr
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Tulip
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • • EUTANASIA •
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Bunga Abadi
  • Penantian(Way Back Home)
  • -YOU-
  • Sekali Lagi (End)
  • Always Loving You

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines