Sajak Asa

Sajak Asa

  • WpView
    Membaca 1,427
  • WpVote
    Vote 112
  • WpPart
    Bab 43
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 25, 2020
Bagiku kau adalah rumah, tempat di mana aku akan menetap dan kembali pulang setelah lama berkelana untuk menemukan sesuatu hal yang baru. Namun, bagimu aku hanyalah sebuah penginapan, tempat di mana kamu akan singgah untuk melepas penat setelah jauh melangkah dan akan kembali pulang ke rumah ketika penatmu di rasa sudah hilang. Namun tak apa, jadi tempat singgah pun aku sudah cukup bahagia karena setidaknya aku sudah cukup berperan di dalam masa patah hatimu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#805
hati
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • IF YOU
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Far from Here
  • RECLINE
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Mahligai Sunyi
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Always Loving You
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan