Sajak Asa

Sajak Asa

  • WpView
    Reads 1,428
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
Bagiku kau adalah rumah, tempat di mana aku akan menetap dan kembali pulang setelah lama berkelana untuk menemukan sesuatu hal yang baru. Namun, bagimu aku hanyalah sebuah penginapan, tempat di mana kamu akan singgah untuk melepas penat setelah jauh melangkah dan akan kembali pulang ke rumah ketika penatmu di rasa sudah hilang. Namun tak apa, jadi tempat singgah pun aku sudah cukup bahagia karena setidaknya aku sudah cukup berperan di dalam masa patah hatimu.
All Rights Reserved
#166
mutiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • Always Loving You
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • -YOU-
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Tulip
  • Sekali Lagi (End)
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Misunderstand
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines