Dia
  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 3, 2018
Banyak orang yang berkata perihal jodoh merupakan orang terdekat kita , bisa jadi ia teman semasa sekolah dulu, teman se-komplek perumahan, se fakultas, satu organisasi atau satu tempat kerja. tapi .. apakah salah kalau hati mulai berharap ? "Aku tidak teman sekolahnya, tidak sekomplek, tidak sefakultas, tidak satu organisasi atau tempat kerja" "tapi setidaknya kami satu negara dan satu provinsi" Apakah salah kalau hati mulai memilih? "Aku ingin laki-laki seperti dia.." "Aku ingin dia menjadi jodoh ku" "tapi dia tidak kenal aku..." "bertemu saja kami tidak pernah..." "Aku menemukannya lewat sosial media" "Dia populer di lingkungannya, banyak yang mengaguminya" Aku hanyalah mahasiswi biasa, yang selalu hadir dikelas tepat waktu, walau kadang-kadang suka terlambat karna nungguin temen ( ikut nebeng ke kampus), rajin shalat (insyaAllah) , doa-in kamu (always gak pernah lupa). Apakah boleh yang biasa-biasa aja dapat yang populer?
All Rights Reserved
#111
socialmedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • MOONLESS
  • Tentang Rasa [ COMPLETED ]
  • Vanza [ON GOING]
  • Manakala Pemilik Cinta Ridha
  • BIRUKU ABUABUMU
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Istiqomah[Sudah Terbit]
  • IzinkanKu Untuk MelupakanMu [COMPLETED]
  • Hijrahku Mempertemukan Kita

SELESAI. [PROSES REVISI] Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik. Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. Banyak yang mengatakan hal itu. Jodoh adalah cerminan diri kita sendiri. Sebagai umat Allah, Nameera menaati semua peraturan dan menjauhi larangan-Nya. Menjadikan dia perempuan muslimah yang di minati laki-laki seantero kampus untuk di jadikan pendamping hidup. Nameera adalah hamba Allah yang taat. Karena itu, Wahyu hendak melakukan hal yang sama. Untuk bisa bersanding dengan Nameera. Merubah sifat nya menjadi lebih baik, menjalankan kewajiban nya sebaik mungkin. Wahyu mencoba yang terbaik untuk berada di sisi Nameera. Lalu saat dia mengetahui masa lalu Nameera, hati nya bimbang. Dia mulai bertanya-tanya pada diri nya sendiri, 'bisakah aku menerima dia apa ada nya?' *** Jangan plagiat. Buat cerita mu sendiri. Hargai aku dengan memberikan komentar berupa saran dan kritik. Terimakasih sudah membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines