Hurt
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ia yang tak dinginkan,namun tetap berjuang. Ia yang tak mampu berucap saat raga dekat dengan "nya". Ia yang selalu menahan,dan tak cukup berani menyampaikan. Sampai suatu ketika waktu berkata CUKUP, beri waktu hati mu pulih dari apa yang tak seharusnya terjadi. Ntahlah apakah waktu akan memperkenankan dia kembali berjuang,dan menyadarkan seseorang,,atau malah waktu menyuruhnya benar-benar pergi dan tak kembali. Hanya dia dan Tuhan lah yang tahu. * Hallo readers🙌 Ini cerita pertama ku loh,,kalo cerita yg sebelumnya kan cuma kata-kata nah ini aku mau coba buat cerita beneran😂 Maklum yaa kalo banyak kesalahan,authornya masih amatiran. Silahkan membaca😂😂😂
All Rights Reserved
#891
fakta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Let Me Love You Longer
  • Waktu?
  • Deep Wound
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Naura & Lukanya
  • AREANO
  • Rayhan: sebelum hati berani pulih
  • Just Words

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines