All Nonsenses (COMPLETED)

All Nonsenses (COMPLETED)

  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bukan kisah BadBoy or BadGirl, apalagi CoolBoy or CoolGirl. Ini hanya sebuah kisahku yang tidak akan kalian sangka sangka. Kisah penuh lika liku dan drama didalamnya. Kisah dengan sepenggal kenangan dan kedekatan yang akhirnya dipisahkan oleh takdir. Dan kisah ku dimulai dari sini... Pertama kali melihatnya, jantungku tidak karuan. Katanya, Jatuh cinta? aku pun tidak mengerti. Setelah sekian lama menyimpan rasa yang membuatku gila, aku baru menyadari. Bahwa aku MENCINTAINYA. Lebih tepatnya mencintai dalam diam. Awalnya ku kira rasa ini hanya sesaat, tetapi semakin diremehkan rasa ini semakin besar. Aku senang berada di dekatnya. Aku selalu berfikir, Bisakah aku berada di sampingnya? Bisakan aku menerbitkan senyumnya? Bisakah aku menjadi alasannya bahagia? "Kamu tuh kaya HISTERIA. Awalnya nerbangin tinggi banget, eh akhirnya di jatuhin tiba tiba. SAKIT TAU!" -Risha FitaYunira- Note: Selamat membaca:) Jangan lupa VOMENTnya ya babay❤
All Rights Reserved
#310
cogan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • Jingga di Samudra [Completed]
  • Admire Or Love
  • CLOSER
  • Where The Feelings
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Grafi [End]
  • Converge With You [On Going]

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines