Castilia Academy [Pindah ke Dreame]

Castilia Academy [Pindah ke Dreame]

  • WpView
    LETTURE 2,829,985
  • WpVote
    Voti 70,804
  • WpPart
    Parti 15
WpMetadataReadCompleta mar, nov 20, 2018
WpInfo
Narrativa
Fantasy
[Fantasy & (Minor) Romance] VERSI FULL ADA DI DREAME. ••• Sebuah anak panah melesat cepat ke arah seorang gadis tanpa dapat dicegah pemuda itu, anak panah itu menggores lengan kiri sang gadis membuat luka sayatan menganga di sana. Sang gadis membuka matanya, ia meringis sambil memegangi lengannya yang terkena panah, bermaksud menutupi lukanya agar darah tidak keluar lebih banyak lagi. "Kau tak apa?" tanya pemuda itu masih melempari bola api dari tangannya. "Aku ... tak apa," kata sang gadis sambil merintih. "Awas!" seru pemuda itu saat melihat sebuah anak panah meluncur ke arah sang gadis yang saat ini terduduk di tanah. Gadis itu hanya mampu menutup matanya rapat, saat anak panah itu mengarah padanya. ••••• Highest Rank 2018 #1 in fantasy #1 in academy #5 in sihir #4 in magic #3 in fantasi #1 in minorromance #1 in wia Copyright ©2018 by Mudita Ria Mulai: 18 Mei 2018 Selesai: 26 Oktober 2018
Tutti i diritti riservati
#781
minorromance
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • The Sorcery : SKY Academy [Telah Diterbitkan]
  • Dream Walker [END]
  • The Tales: Broken Pandora
  • Rassenkrieg: Absquatulate
  • Galaxyca Academy (End) ✓
  • RIE [Rewritten]
  • The Devil Girl? [TERBIT!]
  • POM #1 The Return of the Witch [END]

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti