Sepi di Tengah Keramaian

Sepi di Tengah Keramaian

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 30, 2018
Menulis adalah caraku menangis. Jariku adalah degup jantung kecewa, kata adalah dengusan kasar di atas luka, dan puisi; puisi adalah air matanya. Di lain hal, aku kerap menulis karena aku sadar terkadang ucapanku tak pernah di dengar lagi, terkadang kecewaku tak dipedulikan lagi.
All Rights Reserved
#248
qotd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • KUMPULAN PUISI
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Coretan Pena
  • THE WAY [COMPLETED]
  • 𝑳𝒐𝒗𝒆 𝑺𝒄𝒆𝒏𝒂𝒓𝒊𝒐 🌹
  • Quotes
  • Kisahku Tanpa Judul
  • Karena Because Selalu Always
  • 𝑭𝒓𝒐𝒎 𝑴𝒆 𝒕𝒐 𝑴𝒚𝒔𝒆𝒍𝒇✨ | 𝓓𝓲𝓪𝓻𝔂 𝓛𝓸𝓿𝓮 𝓜𝔂𝓼𝓮𝓵𝓯✨

[UPDATE 2/MINGGU] #kisahraina Saat kisah cinta yang bermula manis, mendatangkan pahit yang teramat sakit. Kufikir kepercayaan dan ketulusan akan berakhir baik, tapi ternyata penghianatan sebagai balasan terkejam. Aku adalah serpihan yang tersisa dari ribuan keping hati yang telah kau hancurkan. Aku adalah air mata yang terus mengalir kala kau goreskan luka. Cintamu hanya sebatas janji, tak lebih dari kata-kata yang hanya di bibir sahaja. Andai waktu pertemuan kau dan aku hanya sepintas lalu, mungkin mencintaimu takkan pernah kulakukan. Kini tinggallah aku, dengan rasa kecewa atas semua luka yang kau berikan. Kini tinggallah aku, dengan sebuah harapan agar kau binasa. Coppyright©2018, By Maya Revelita

More details
WpActionLinkContent Guidelines