KENANGAN MUSIM DINGIN

KENANGAN MUSIM DINGIN

  • WpView
    Reads 421
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Wed, May 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"... bagiku sekarang hal terberat adalah menyukai seseorang, tapi tak bisa mngungkapkannya, padahal dia sangat dekat," Ucap Dandy. Semua tertegun. Satu gadis di antara mereka mulai bersemu merah, jantungnya berdebar. "Ungkapkan saja di hari pertama salju turun," ujar gadis itu pada Dandy. Dan ketika salju pertama turun, si gadis harus rela menjadi saksi, bukan si penerima ungkapan cinta Dandy. ---- (Based on "Reply 1988" Story dengan pengubahan)
All Rights Reserved
#743
korea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Under The Umbrella
  • Boyfriend (Seungcheol) Slow
  • One More Chance [HoonSoon]
  • What Are You Doing?
  • Back Again To You [HoonSoon]
  • The Rain [SoonHoon]
  • Dream. How To Fight x Male Reader
  • Well, You Said It Was Over [Jeon Wonwoo]
  • ✓Gay is Not My Style! (Ksy+Ljh)

Di kota Seoul, Kota ini mengubah hidup seorang gadis yang bernama Song Na-eun. PLAK! Na-eun benci dengan orang yang mengakui bahwa orang itu sudah mencintainya selama bertahun-tahun. Sampai-sampai, Na-eun ingin sekali untuk berlari dan bertemu dengan orang lain yang jauh lebih baik dari pada orang yang ditamparnya. Na-eun berlari dan bertemu dengan Kim Dong-hoon, orang yang pernah terhapus dari dalam memorinya. Seolah-olah, memori tentang orang itu muncul kembali dan menyadarkan dirinya. "Sudah aku bilang dari dulu bahwa pria itu tidak baik untukmu!" ucap Dong-hoon. "Dong-Hoon, bogoshipo!" ucap Na-mi. Dong-hoon tersenyum kembali setelah mendegar kalimat itu. "Mianhae," ucap Na-mi kepada Dong-hoon. "Aku adalah Song Na-eun, bukan Song Na-mi," ucap Na-mi. "Terima kasih untuk jujur padaku hari ini," ucap Dong-hoon sambil memegang payung miliknya. Di bawah payung itu mereka bertemu. Hujan yang deras mencairkan suasana diantara mereka berdua yang selama ini dingin dan kaku. Di bawah payung itu, mereka berpelukan dan saling menyamapaikan rasa rindunya satu sama lain. Mereka berdua tidak ingin berpisah lagi. "Saranghae," ucap Dong-hoon. Song Na-eun, semoga kita selalu bisa bersama-sama sampai akhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines