The Proxihoplanet (The New Earth)

The Proxihoplanet (The New Earth)

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 15, 2018
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Pertumbuhan penduduk yang tak terkendali, persediaan bahan pangan dan air minum yang terus menipis, pemanasan global, perang nuklir, bencana alam dimana-mana, juga keterbatasan lahan di Bumi yang telah menyebabkan Planet Bumi dirasa sudah tak layak huni lagi. Ini semua terjadi karena sifat manusia yang terlalu serakah yang tidak pernah merasa puas. "Manusia selalu menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup, tetapi hati dan keimananlah yang membatasi mereka dalam usaha bertahan hidup" -Raditiya Hendrawan- Namun, pada tahun 2130 negara-negara yang tersisa ditengah bencana alam dan perang nuklir melakukan kerja sama untuk membangun alat transportasi menuju Proxima Centauri b, sebuah planet yang mengorbit Bintang Proxima Centauri. Namun kami lebih sering menyebutnya Proxihoplanet karena harapan manusia untuk mempertahankan peradaban ada di planet itu. Bagaimana semua umat manusia bisa pindah ke Proxihoplanet? Selamat membaca....
All Rights Reserved
#584
masadepan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Ursulanda | dan bagaimana kami memenangkannya [ TAMAT ] [Revisi]
  • Planet itu bernama Bumi  | Part 1: Tentang Farbe
  • SEKTOR 17
  • Voyage to The Nebula
  • EARTH IN 2150
  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • [Rombak] -Kemunculan Planet-planet Baru di Tatasurya

Kisah-kisah lama telah hilang, dunia berganti pada lembaran baru. Tanah-tanah hijau itu jadi saksi dari tumbuhnya Tirani baru yang merongrong di era kebangkitan umat manusia. Jauh setelah gempa besar dan perang nuklir, segelintir umat manusia mulai membangun ulang peradaban. Segala upaya baru telah membentuk negeri yang terbebas dari kuasa Tirani, Agni. Begitulah mereka menyebutnya. Namun, terkadang kilau peradaban tidak lagi memberi apa yang dijanjikan. Sedikit kuasa, memberi Tanah itu pada masa penuh kontrol, kuasa, totalitarian dan era yang suram. Dibawah cengkraman para kaum elite, kehidupan adalah milik mereka. Satu-satunya yang bebas hanyalah pikiranmu. Dibawah panji bendera Agni dan prinsip masyarakat produktif, seorang penduduk urban yang patuh tak tahu jika keputusannya menerima tawaran seorang agen rahasia membawanya pada rahasia terkelam negerinya yang damai. Pada sebuah perjalanan panjang menemukan kepingan memori dan kisahnya yang hilang. Akankah dia menemukan akhir dari perjalanannya menelusuri memori, serta upaya pembebasan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines