Attack of The Graveyard Ghouls

Attack of The Graveyard Ghouls

  • WpView
    Reads 217
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 21, 2018
Namaku Spancer Kassimir dan aku tinggal disebuah kota bernama Highgrave. Jika kau tinggal di Highgrave, kau tahu bagaimana kota itu dinamakan seperti itu. Begini, disana ada perkuburan tua yang terbentang tinggi diatas bukit. Dari sana kau dapat memandang ke seluruh kota. Kau dapat melihat perkuburan itu darimana saja. Dari Main Street, Deri kelasku. Aku bahkan bisa melihatnya dari jendela kamar tidurku. Kalau kau tinggal di Highgrave, kau tak dapat membebaskan diri dari perkuburan itu. Bahkan hari paling cerah disinipun tidak benar-benar cerah. Bukit Highgrave menciptakan bayang-banyang gelap diatas jalan-jalan,gedung-gedung dan puncak-puncak pepohonan dibawahnya. Pada hari cerah kau dapat menengadah dan melihat nisan-nisan tua di puncak bukit itu. Nisan-nisan itu berkilat seperti gigi bengkok diantara rerumputan hijau yang tinggi. Pada malam hari, saat bulan bergantung rendah diatas bukit, perkuburan itu menjadi tempat yang menakutkan. Dan nisan-nisanya tampak melayang-layang lepas. Sungguh, nisan-nisan tua itu seperti melayang sendiri. Melayang diatas kabut yang berarak-arak. Melayang diatas kota. Diatas rumahku yang terletak di kaki bukit Highgrave. Kurasa, itulah aku mengalami mimpi-mimpi buruk itu...
All Rights Reserved
#258
horrorstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FOR LIFE [END]
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • Kingdom In Ashes
  • Bayangan di Balik Sekolah
  • Transmigrasi Arion Barendra [Hiatus]
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Failure . ℅
  • Jejak Waktu [Complete]
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Widya)
  • Happy Ending

[History] [Supranatural] [Short Story] -Perjalanan di antara kehidupan- Entah apa yang terjadi tidak ada yang tau. Sore itu Finnease terbangun di bawah pohon ceri, di atas bukit. Ia termangu, memikirkan apakah ia sedang bermimpi atau tidak. Mengalami dejavu berulang membuatnya merasa cemas dan takut. Beberapa menit ia terdiam dannmenyadari sesuatu. Ini aneh, dan rasanya sangat sulit untuk di deskripsikan. Seperti kehilangan setengah ingatanya, ia masih utuh dan di penuhi dengan hal-hal asing yang membuatnya kebingungan. "Keaslian dari segalahnya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines