Shadow in Beauty
  • Reads 2,174
  • Votes 515
  • Parts 11
  • Reads 2,174
  • Votes 515
  • Parts 11
Ongoing, First published May 18, 2018
Namanya SHADOW CIRCLE kadang disebut 'Dunia Bayangan', di namai demikian karena letaknya sangat terpencil dan terahasiakan. 

Tempat dimana segala sopan santun dan adat 
dikesampingkan, disini yang kuat akan bertahan, mendapat segala kemashyuran, dan ketenaran. Tak boleh ada kata lengah bila ingin bertahan di dunia SHADOW CIRCLE, sebab lawanmu tidak pernah berhenti mengintai dan akan menghabisimu disaat kamu terlalu santai.




Copyright© 2013 by Arzeta Clarkson
All Rights Reserved
Sign up to add Shadow in Beauty to your library and receive updates
or
#270jiyeon
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
ELIO RILEY SERGEYEV cover
After Graduation cover
Rafa  cover
Kesayangan Bunda cover
BABY CHANIE cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
He Fell First and She Never Fell? cover
antagonis wife [TERBIT] cover
The Best Of Miracle cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.