Story cover for AVSL [END] by arifa_24
AVSL [END]
  • WpView
    Reads 266,320
  • WpVote
    Votes 10,214
  • WpPart
    Parts 61
  • WpView
    Reads 266,320
  • WpVote
    Votes 10,214
  • WpPart
    Parts 61
Complete, First published May 19, 2018
" Heh Apa lo ! " Natasha menatap Vino dengan sinis.

" Ngak ada kok ! lo aja yang sewot dasar bacot lu !" bentak Vino.
 
Mereka memalingkan wajah masing masing.


Penasaran guys....
Ayo monggo dibaca ya.... 
Hahhahahahaa
Jangan lupa vote, komen, dan follow author !



WARNING !
CERITA INI MURNI HASIL KARYA AUTHOR. JADI TOLONG JANGAN DIPLAGIATI. HARAP DIMENGERTI KARNA HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG UNDANG.


Writernim: Arifa
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add AVSL [END] to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Seperti Odong-Odong by wahyuhiday04
9 parts Complete
"Eh, tau ngga sih. Tadi, Si A nembak gue," kata seorang cewek yang barusan aja ditembak, heboh. "Hah?" Temennya ngejatohin piring yang sedang dipegangnya ,syok. "Sumpah lu? Beneran?" "WOY!!! ITU KENAPA PIRING NYOKAP GUE LU PECAHIN?" teriak cewek yg barusan aja ditembak, emosi. "Yah, maaf deh. Lu sih, ngagetin gue." "Udah, udah." Temennya yang lain mencoba menengahi. "Jadi bener Si A nembak lu?" Cewek yang habis ditembak mengangguk pelan sambil bersihin serpihan piring yang berserakan. "Langsung?" Cewek yang habis ditembak menampakan senyum sok manis, lalu mengedipkan matanya bak orang yg udah lama gak minum obat cacing, "Iya." "Hah?" Temennya yang kagetan ngejatohin gelas yang baru aja dipegangnya. "Di-dia nembak lu langsung?" "HEH!!! ITU KENAPA GELAS NYOKAP GUE DIPECAHIN JUGA?!" "M-m-maaf. Lu sih, bikin kaget gue mulu. Kan lu tau gue orangnya kagetan. Kemarin aja, gue mecahin kepala orang. Gara-gara pas lagi megangin tuh kepala, gue dikagetin. **** [Maaf, masih tahap belajar. Jadi, jika kalian melihat ada kata-kata atau kalimat yg aneh, mohon dimaklumi. Karena, ternyata mencari pembimbing yang bisa ngajarin gue nembok itu susah.] . . [Untuk kalian yang udah baca matur nuwun. Tanpa kalian, gue hanyalah remahan gorengan kemarin sore.] . . [Tolong ketika kalian baca, jangan lupa sempetin waktu sedetik kalian buat vote yah. Pliiisss, pencet tanda bintang. Ingat bintang. Bukan, idung atau udel temen sebelahmu.] . . [Sekali lagi, muuucih.]
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
ARANAYA (END) by rararose__
59 parts Complete
[FOLLOW SEBELUM BACA] Sanaya Putri Mahesa, seorang gadis yang biasa di panggil Naya, gadis yang sangat polos dan kelewat manja. Naya sangat cantik dan nyaris sempurna, lesung pipi yang terlihat ketika ia tersenyum menjadi sebuah daya tarik bagi orang-orang yang melihatnya. Hingga suatu hari Naya terpaksa tinggal serumah dengan seorang cowok tampan berhati dingin, cowok yang selama ini ia takuti sekaligus ia kagumi. Cowok itu Aldebaran Reynaldi Algara yang biasa di sapa Aran. Siapa yang tidak mengenal Aran? Cowok yang sangat populer dan ketua geng dari Black Wolf yang sangat di segani dan di takuti, bahkan seluruh murid di sekolahnya pun sangat mengenal Aran, selain karena ketua dari Black Wolf, Aran juga memiliki jabatan di sekolahnya yaitu ketua osis. Aran yang berhati dingin di pertemukan dengan Naya si gadis polos yang sangat manja, akan kah Aran sanggup melewati hari-harinya bersama Naya yang tinggal serumah dengannya? Atau malah sebaliknya? Yang penasaran yuk langsung baca aja ceritanya. Happy reading❣❣ High rank 1 #klasik (17 mar 2024) 1 acak (17 mar 2024) 1 #mostwanted (20 mar 2024) 1 #gadispolos (2 jan 2021) 1 #remajabaper (2 jan 2021) 1 #sanaya (6 des 2020) 1 #indonesiamembaca (19 feb 2021) 1 #blackwolf (6 des 2020) 1 #lugu (5 jan 2021) 1 #gengster (16 jan 2021) 1 #ketosdingin (28 des 2020) 1 #kisahremaja (19 jan 2024) 1 #fiksiremaja (22 des 2020) 3 #aldebaran (12 des 2020) 5 #masaremaja (21 des 2020) 6 #cowokdingin (17 des 2020)
You may also like
Slide 1 of 9
Not Gangsta cover
Don't leave me;✔ cover
REANDRA [END] cover
• DEVAN • cover
Seperti Odong-Odong cover
Living with Badboy ✔️ cover
JUST FRIEND? [REVISI] cover
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
ARANAYA (END) cover

Not Gangsta

36 parts Ongoing

'anjir itu cowok yang tinggi gans banget'-Kiky land B 'Idih najis gw sama es batu cem dia'-Tamira Zanqueen 'Gw gak mau pacaran dulu deh, fokus belajar'-Agatha Cindy Siapkah kalian dijodohin? Atau tiba-tiba bertemu laki-laki berhati es? Atau menjadi murid teladan? Hidup ketiga gadis ini akan terombang ambing karna di hadapkan oleh laki-laki yang merupakan anggota geng nakal. Start : April 2020