BERHARAP PADA HATI YANG BEKU

BERHARAP PADA HATI YANG BEKU

  • WpView
    Reads 950
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 13, 2018
Prolog Seperti biasa, kulihat para delgasi yang mulai membawa peralatan kerjanya menuju perkebukan tebu. dan mereka yang bekerja dalam gedung, mulai menghidupkan kendaraannya untuk pergi ke kantor. Dan aku yang setia melihat mereka dalam kendaraanku. Bis ku, bisa yang membawaku pergi ke sekolah, SMPku. Tempat dimana Perjalanan Cintaku di Mulai, Saksi bisu Berkembangnya perasaanku pada seseorang. Mau tau aku? Aku ini seseorang yang kelakukan kebodohan prihal cinta. Yang masi tetap berjuang padahal jelas tak di anggap, yang selalu memimirkan padahal di acuhkan, dan yang sangat memperihatinkan adalah sudah tau menyakitkan namun tetap saja bertahan. Tak ada yang sepesiak dalam diriku. Aku cantik?, menurutku sih iya hahaa, Aku tinggi? standar lah, kaki ku menapak saat aku menaiki motor. Dan kalian mau tau tentang Kisah ku? Tak lebih dari sekedar Memendam, Menanti, dan Mengharapkan. Ya Begitulan.... Memendam perasaan pada seseorang Menanti ia sadar bahwa aku mencintainya dan Mengharapkan ia membalas perasaanku. Dan kisah ini berawal dari aku yang berani menggantungkan Harapanku pada seseorang.
All Rights Reserved
#701
berharap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Setelah Hujan ( End ✔)
  • Cinta Terhalang Restu
  • Perjalanan Cintaku...
  • Ingkar 🌿|| Ending
  • Way To You (END)
  • Admire Or Love
  • You Are The Reason

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines