Story cover for Stuck (ON GOING) by Quennaabilla
Stuck (ON GOING)
  • WpView
    OKUNANLAR 714
  • WpVote
    Oylar 83
  • WpPart
    Bölümler 25
  • WpView
    OKUNANLAR 714
  • WpVote
    Oylar 83
  • WpPart
    Bölümler 25
Devam ediyor, İlk yayınlanma May 19, 2018
" Baiklah. Coba praktekan itu sekarang. Mulailah denganku!" ujarku tersenyum sambil melihatnya.

" Apa?! tapi kau bahkan sangat jauh berbeda dari dia" balasnya menolak. 

" bisakah kau hanya berakting saja? Issshh" kesalku.

" tchhs. Ok" dia memutar bola matanya malas. Aisshh, dia membuat seolah aku ini memohon agar di perhatikan.

" ahhh....." Ciko menghentikan kalimatnya sangat.......sangat lama. Itu membuatku semakin bosan.

" y-argghh. Aku tak bisa melakukannya" tolaknya sambil menggelengkan kepala.

" apa? kenapa?"

" ini terasa aneh. Aku bahkan tak mengenalmu dengan baik dan disinilah aku, berusaha berakting seolah aku menyukaimu" Ciko memberi pernyataan.




.
.
.
.
.
.
.
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun Stuck (ON GOING) kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#328momoland
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
yooandmii tarafından yazılmış I'm Not the Protagonist (Completed) adlı hikaye
69 bölüm Tamamlanmış Hikaye Yetişkin
Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 9
I'm Not the Protagonist (Completed) cover
[✔] How To Love You?? [Jaejin] cover
𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐀 𝐅𝐨𝐨𝐥 [𝐓𝐖𝐈𝐂𝐄] ✓ cover
Keano cover
FriendZone 2 ✔ cover
Forced to marry (Completed) cover
Night Without Stars (Jeongmi) cover
LOVE & LIFE STORY (MINA) ✔️ cover
Sibling Goals cover

I'm Not the Protagonist (Completed)

69 bölüm Tamamlanmış Hikaye Yetişkin

Dahyun sangat bersemangat membaca novel yang dia temukan di rumah kosong. Bukan hanya ceritanya yang seru, tapi karena nama dua karakter dalam novel tersebut. Im Jeongyeon dan Lee Dahyun. Namun dia tiba-tiba kehilangan minat setelah mengetahui bahwa dua karakter itu mati dengan mengenaskan di tangan protagonis. Dahyun menutup novel itu dan melihat ke arah Jeongyeon yang sedang sibuk dengan laptopnya. Dia tiba-tiba menjadi tertarik dan bertanya, "Hei, Jeong. Jika itu kau, bagaimana kau akan mengubah nasib tragismu?" Jeongyeon melirik Dahyun dan berkata, "Tidak pernah berhubungan dengan wanita itu." Dahyun tertawa terbahak-bahak, merasa bahwa ini adalah sesuatu yang bisa dilakukan Jeongyeon. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Jika itu aku, aku akan langsung menemuinya untuk meminta maaf dan bersujud di kakinya. Jika cara ini masih tidak berhasil, aku hanya bisa makan dan menunggu untuk mati." Jeongyeon tertawa dan kepalanya yang tegang mulai mengendur, "Kau benar-benar konyol. Mana mungkin kita bisa masuk ke dalam novel dan berpakaian seperti umpan meriam. Itu hanya omong kosong." Itulah hal terakhir yang di dengar Dahyun dari mulut Jeongyeon sebelum dia pergi ke kamar untuk beristirahat. Namun siapa sangka, begitu dia membuka matanya, Jeongyeon menemukan dirinya berada di tempat asing. Bahkan dia terbangun dengan posisi sedang membungkuk di atas seorang wanita, meraih sepasang pergelangan tangan ramping dengan tangan kanannya dan menarik tali jubah mandi dengan tangan kirinya. "Im Jeongyeon!! Tiba-tiba suara dingin terdengar di telinganya. Jeongyeon mengangkat kepalanya dan menemukan mata rubah yang dingin dan tajam. Wanita itu menatap dengan marah. "......" "Ayo kita bercerai!" Sial! Apa dia benar-benar masuk ke dalam novel?!