My Tambourine Dancer

My Tambourine Dancer

  • WpView
    Odsłon 4,893
  • WpVote
    Głosy 496
  • WpPart
    Części 18
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., mar 31, 2020
Tuhan tidak pernah mengambil tanpa mengembalikan yang lebih baik "Ya Bapa, buat aku lupa dari Ade, Tuhan.. Aku tak ingin menyakiti-Mu hanya karena dia belum mengenal-Mu. buat aku sibuk dengan pelayananku pada-Mu, agar aku bisa terus memandang-Mu dan melupakannya." ~Yemima Dessy Ivanalie~ "Dia adalah perempuan yang tulus. sepertinya, dia adalah jawaban dari Roh Kudus." ~Samuel Putra Wijaya~ Carilah Tuhan, maka kamu akan mendapatkan anak Tuhan😇 #1 in kristus (07-06-2019) #8 in Jesus (07-04-2019) #7 in gereja (07-04-2019) #2 in blessing (07-06-2019) #3 in rohanikristen (07-04-2019)
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#31
watty2019
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści