I'M YOURS

I'M YOURS

  • WpView
    LECTURAS 50
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, may 7, 2024
Keisya seorang gadis lugu, tulus dan anggun. Kau pusat semestaku sejak kau hadir dengan kelabu itu. Kau cinta ketiga setelah Tuhanku lalu Ayahku. Kau merebut segala perhatian diatas kendalimu yang dinamakan cinta. Sekarang, nanti, sedang atau yang akan terjadi aku akan selalu mencintaimu. Seperti bumi yang mengitari matahari yang tak akan keluar dari orbitnya. Kau pusat semestaku. Kau air yang melenyapkan dahaga. Kenan, terimakasih sudah hadir dihidupku. Bagi Keisya Kenan adalah segalanya. Kenan seorang yang perfeksionis, rapi, dan pekerja keras. "Sejak pertama kumelihatnya sepertinya aku sudah gagal, gagal untuk tidak jatuh cinta lagi. Kau berhasil meruntuhkan tembok yang kubangun dengan kokohnya, Dia Keisya, gadis yang berhasil menculik perhatianku, yang berhasil meraih tanganku dari terbelunggunya masa lalu. "Aku akan mencintaimu seumur hidupku, Keisya" ujar Kenan setelah ijab kabul itu." Rona kebahagian yang terpancar dari wajah mempelai putri tak bisa disembunyikan, setelah kecupan halus itu mendarat dikeningnya dari laki-laki yang beberapa detik lalu sah menjadi suaminya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bayang Keabadian ✔
  • My Destiny (Complete)
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • DARI BALIK KELAMBU
  • RAGANTA | Kamu adalah Semestaku
  • Seperti Langit Senja
  • Good Bye Kinara (END)
  • Dokter Hati di Tengah Jaga [MS 2]

Semesta selalu punya cara memberikan kita sebuah kejutan. Jalinan asa yang tak pernah diduga sebelumnya membawa kita pada masa yang baru. Saling berbagi rasa hingga mengungkapkan segala keluh kesah. Nyatanya masih banyak rahasia yang sengaja disimpan rapat oleh semesta. Kita hanyalah sebuah kebetulan yang dipertemukan untuk mengurai rasa sakit yang membelenggu jiwa. Siapa yang menyangka, rasa yang sudah tumbuh terlalu dalam ini akan menyakiti banyak pihak. Semesta benar-benar sangat tahu untuk membuat kita sadar, jika tak selamanya hidup hanya tentang tawa. Rasa yang tak bisa dideskripsikan bagaimana bentuknya. Berat jika dijabarkan dengan lantang. Nyatanya aku hanyalah manusia yang masih berharap jika semua ini adalah mimpi belaka. Masih menyisakan sedikit harapan untuk kita bisa bersama. Namun, apakah semesta akan merestuinya atau nantinya kita akan berpisah dengan hati yang lapang? tidak ada yang tahu masa depan itu seperti apa. Aku hanya berharap kita mampu berdamai dengan segalanya. Gemi Nirwasita Abiyasa

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido