Wanita Setengah Jiwa

Wanita Setengah Jiwa

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Wanita yang melintas di depanku. Suatu hari di kampus, mempunyai banyak identitas. Aku mencoba menjadi detektif, untuk mengetahui siapakah dirimu sebetulnya? Saat aku berhasil memahami kehidupanmu, hati kita lebih dekat daripada tanah dan kaki. Persoalan yang ditakutkan akhirnya muncul. Persoalan yang kompleks antara aku, kau dan beberapa sahabat yang mempunyai problem besar. Aku kehilangan dirimu, begitupun sahabat yang telah lama berjuang. Aku sendiri saat hari terakhir menuju sidang di perkuliahan. Meskipun begitu, kau adalah sutradara terbaik yang mengatur perfilm-an dalam hidupku. Untukmu Gadis misterius yang tiba-tiba datang dan pergi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SANA
  • Game Over: Losing Control
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Chronophobia Vol 1 - Merpati (LENGKAP)
  • You're My Destiny My Randolf
  • I Became the girlfriend of an Antagonist [END]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • I Promise You But Not
  • OBSESSED MALE LEAD
SANA

(A Seri SANA 1) Diculik oleh pria tampan, seksi dan pemarah? Alana Adijaya tidak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi korban penculikan. Ia selalu berpikir bahwa dirinya akan menjadi satu-satunya manusia yang aman, hanya pemeran utama lah yang akan tertindas, diculik dan dibully. Padahal dalam kata lain. "Kita akan menjadi pemeran utama dalam kehidupan kita sendiri." Namun hal yang paling tidak menduganya adalah ketika Alana menyadari jika sang penculik ternyata sangat tampan dan seksi? Kesan pertama gadis itu, ia merasa pria itu turun dari langit dan hanya diciptakan untuknya--agak berlebihan, memang. Satya Aditama, itulah nama si penculik yang berhasil memikat hati Alana saat pertama kali bertemu. Si penculik yang tak berekspresi, tak tertawa, tak bersedih, tak tersenyum, mungkin juga tak jatuh cinta. Warna favorit nya adalah hitam--sama dengan dunianya yang gelap itu. --- "Hey.. Kenapa kau menculikku?!" geram Alana pada pria itu, akan tetapi dia hanya menaikan kedua pundaknya seolah menjawab, "Tidak tahu..." "Terus apa motif mu?" "Ingin saja." "Si anjir..." Bagaimana kisahnya? HAPPY READING 🖤 A Story By Icha Amelia

More details
WpActionLinkContent Guidelines