Insomzia
  • WpView
    Odsłon 3
  • WpVote
    Głosy 1
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., maj 20, 2018
WpInfo
Fikcja
Romans
Dia adalah narkoba berjenis manusia, wajahnya membuatku kecanduan dan sekarang aku memiliki ketergantungan dengannya. Manisnya wajahnya selalu membuatku khawatir akan penyakit diabetes. Dia adalah Luzia, dan aku adalah seorang pengidap Insomzia. Setelah mengenalnya, tidur nyenyak adalah hal yg mustahil bagiku. Entah mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Ingin rasanya aku menghina diriku namun aku tidak bisa, karena aku tidak bisa berhenti memujanya. Tapi semua itu bertambah parah ketika Tuhan mendekatkannya padaku. Tidak terbayang betapa bahagianya aku ketika berada disampingnya. Semoga kisah ini akan lebih indah daripada wajahmu,Luzia.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Hopeless
  • Anak DESA ✔
  • Dear Fenly || Un1ty
  • Aku Tidak Ingin Seperti Ini
  • Couple Youtuber
  • My Love
  • Karamel [Completed]
  • I'm Alessa
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Full Of Scratches
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści