New Page

New Page

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, May 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku selalu percaya bahwa yang pertama akan menjadi yang terakhir, bisa dibilang selamanya lah," ucap seorang gadis dengan optimisnya. Keyla. "Kamu terlalu optimis, bagaimana jika tidak?" tanya temannya balik "..." Terkadang yang pertama belum tentu menjadi yang terakhir pula, apalagi selamanya. Tapi tuhan juga memiliki cara lain untuk kejutan yang lain pula.. Sebuah cerita tentang persahabatan, kebohongan, dan cinta
All Rights Reserved
#90
lies
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Are Only Mine
  • Aku [ Selesai ]
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • FRIENDzone (Completed)
  • do you miss me ?
  • [END] Blind Rainbow
  • Raindrops
  • NOESIS [END]
  • Dusk In Your Eyes

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

More details
WpActionLinkContent Guidelines