Rainbow
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 22, 2021
Kata orang tidak ada yang namanya perempuan dengan laki laki dapat bersahabat tanpa ada timbul perasaan lebih. Pasti ada. Namun ada pula yang mengatakan. BISA "Percaya sama gue cowok sama cewek itu bisa kok sahabatan" "Yakin lo gak ada perasaan sama dia?" "Jangan berantem terus nanti lama-lama jadian loh" "Lo percaya gak sih kata-kata 'cinta datang karena terbiasa'?" "Kalian kenapa gak pacaran aja sih?" Tanya Shelina pada laki-laki yang tengah fokus dengan jalanan didepannya. Mendengar pertanyaan itu, lantas ia menghembuskan nafasnya perlahan. Yang sudah pasti tidak dapat didengar oleh Shelina. "Gue sayang sama dia, tapi gue takut kehilangan dia" Pict by : pinterest
All Rights Reserved
#962
bestfriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Cake
  • Ar.
  • Hard and Hurt
  • "FRIENDZONE"
  • Im Yours.
  • FRIENDzone (Completed)
  • My Love Story
  • Friendzone
  • Destiny
  • My Bad Girl #BadSeries✔

"Kan, apa sih cinta menurut lo?" Tanya Kevin seraya tersenyum menatap langit sore. Kania terdiam sejenak menatap Kevin. Hatinya tiba-tiba sakit. "Gue nggak terlalu paham tentang definisi cinta, yang jelas cinta itu menyenangkan. Walau terkadang menyakitkan." Ujar Kania seraya menatap langit sore. "Menurut gue cinta itu seperti cup cake." Kania menatap Kevin penasaran. Kevin tersenyum membayangkan wajah Sabrina yang tersenyum menatapnya. "Terlihat manis dan menyenangkan. Ingin rasanya mencoba dan mencari tau seperti apa rasanya. Ternyata rasanya sangat manis. Seperti cinta." Ujar Kevin seraya membayangkan Sabrina. "Vin?" panggil Kania dalam hati. "Kan? Aku berharap kamu juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Kania menganggukkan kepala sembari tersenyum menatap Kevin. "Iya. Pasti! Suatu saat nanti." Jawab Kania. Mereka menatap langit sore bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines