Precognition

Precognition

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Mga Boto 49
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, May 26, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Pemuda berbadan tegap itu berada disebrang jalan kulit yang sedikit gelap juga bahu yang lebar menambah nilai dirinya dimata kaum hawa, lalu lalang kendaraan tak menyulitkan mata kami untuk terpaut beberapa detik kemudian. Keadaan berubah menjadi senyap seketika, Bunga Pohon Flamboyan Emas disekitar kami berjatuhan. Dari pupil mata pria yang tak ku kenal dan ku ketahui asal-usulnya ini ku melihat terdapat kerumunan orang yang bersuka cita, sepasang cincin, dan seorang wanita pengantin yang wajahnya tertutup tudung putih dan gaun yang sangat anggun. Prosesi yang bahagia batinku pada saat itu dan entah kenapa sesaat kemudian kepala ini rasanya lebih berat dari sebelumnya, pria yang kulihat disebrang jalan sudah tidak berada pada tempatnya berdiri disana. "Aaarrghhhh." pekikku seraya memegangi kepala yang rasa sakitnya sudah tidak tertahan lagi disusul dengan jeritan orang-orang disekitar yang menyentuh pundakku untuk sekedar menanyakan keadaan gadis aneh yang tiba-tiba menjerit disekitar mereka. Padanganku semakin kabur. Tidak, bukan, bahkan aku sudah tidak melihat apa-apa lagi disebrang sana. Mataku terkatup erat setelahnya namun bibir kecilku berkehendak seakan menentang respon yang dikirimkan oleh otak. "Orang itu, gue ngeliat masa depanya." Slow Update
All Rights Reserved
#760
masadepan
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • TOILOVE : TAEHYUNG (COMPLETE!)
  • Lintasan Musim Semi (revisi)
  • Girl In White Lingerie (COMPLETED)
  • BROKEN HEART [END]
  • ALVANSA [Completed]
  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • feelings of love
  • My Duchess / End

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman