Story cover for Reflection by AgataGita
Reflection
  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 29
  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 29
Ongoing, First published May 20, 2018
Mempunyai sahabat dengan cita-cita tergila seperti Agata membuat seorang Kevin Ananda Tirtapraja harus menanggung malu setiap saat, karena gadis itu selalu merecoki dengan celotehannya yang di luar nalar manusia. 

"NANDA!!! Tungguin Tata dong!" Teriak Agata
"Jangan panggil gue dengan sebutan itu, gue bukan cewek!" geram Kevin menahan amarahnya
"Hehehe... Nanda juga suka manggil Tata Aga, Tata kan juga bukan cowok!" dan Agata pun tidak ingin mengalah dalam berdebat. 
"Tingkah lo kan makin kesini semakin aga-aga nggak jelas." 
"Ih Nanda mah ninggalin Tata terus, woy Tata mau cerita nih! Beliin Tata pintu dong," merasa kebingungan Kevin menghentikan langkahnya. "Ya ampun Ga, pintu rumah lo kemana?" ,
"Hehehe ada kok, tapi Tata maunya dibeliin sama Nanda pintu kemana saja. Nanda nanti beliin pintunya ya, terus nanti Tata ajakin deh ketemu doraemon" 
"GILA" Kevin menggerutu kesal di sepanjang koridor SMA Morano.

... Namun segila-gilanya tingkah Agata, selalu bisa membuat si datar Kevin mencak-mencak tidak jelas, selalu bisa menyita seluruh waktu dan perhatian Kevin, selalu bisa membuat Kevin tertawa, karena pada intinya apapun yang diminta atau pun tidak diminta oleh Agata- Kevin akan melakukan apapun untuk sahabat kecilnya itu. 

💃💃💃

... Karenamu aku hancur seperti ini! 
    Aku ingin berhenti mengharapkanmu. 
    Tapi aku tak bisa, sial! 
    Jangan memberiku banyak alasan!... 

... Kau tak bisa lakukan hal ini padaku,
    semua yang kau lakukan seperti 
    topeng- Menyembunyikan kebenaran 
    dan menghancurkanku... (BTS 'I Need
    You') 

💃💃💃

Cerita ini terinspirasi dari salah satu lagu RM BTS yang berjudul Reflection. Terimakasih geys
All Rights Reserved
Sign up to add Reflection to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Rindu Senin Pagi by Rizardila
25 parts Complete
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Kisahku, perempuan bodoh yang terpaksa duduk sebangku dengan laki-laki pintar yang menyebalkan. -- Aku mencarinya di dalam tas, semua isi tas kukeluarkan dan kuletakkan di atas meja. Namun tetap tidak ada. Aku mencari di kolong meja, mencari di bawah meja dan bawah kursi. Hingga sepertinya laki-laki di sebelahku terganggu dengan keribetanku. "Ribet banget." Katanya datar sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Aku menoleh ke arahnya sebentar "Apaan, sih, lu?" Balasku kesal. Lalu lanjut lagi mencari-cari pulpenku di dalam tas. Aku ingat betul selalu meletakkan pulpenku di bagian depan tas. Namun pagi ini entah kenapa ia menghilang. "Kaya enggak ada pulpen lain aja." Ucapnya sinis. "Apaan, sih? Orang gue cuma punya satu! Lagian, lu, temennya lagi susah nyari pulpen, bukannya bantu, malah nyinyir." Balasku kesal. Ia menoleh ke arahku. "Mana ada pelajar ke sekolah cuma bawa pulpen satu?!" "Gue cuma bawa satu." Terdengar suara salah satu siswa yang duduk di bagian belakang. "Gue juga bawa pulpen satu doang." Terdengar suara siswa yang lainnya. "Denger, kan, lu? Bukan cuma gue yang bawa satu pulpen ke sekolah. Banyak! Makanya jangan samain orang-orang sama lu. Mentang-mentang rajin, teliti, rapih, dan semua alat tulisnya lengkap!" "Bawel!" Ketusnya sambil membuka buku catatannya. Ia mulai fokus dengan buku catatannya itu. "Yaudah gue pinjem pulpen lu, satu." "Gue cuma bawa satu." Jawabnya pelan. "Bintaaaang!" Teriakku. Bintang terkejut melihatku. Dan sepertinya seluruh siswa di kelas juga menoleh ke arahku. Termasuk Bu Vivi yang sedang duduk di kursi guru. Aku tertunduk malu setelah tidak sengaja membentak Bintang yang tingkahnya selalu saja seperti minta dimaki-maki.
GHAVARI  by alghisty_
10 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
You may also like
Slide 1 of 10
BEDA DUNIA cover
Crazy Student and Bad Teacher cover
Sweet Combat cover
Paper Plane cover
Behind A Mask cover
Inside You cover
Fuck Boy cover
Rindu Senin Pagi cover
Sayang cover
GHAVARI  cover

BEDA DUNIA

45 parts Complete

Tentang cinta...persahabatan...dan kehilangan. "kamu bikin aku nyaman...dan efek sampingnya, aku gak bisa jauh dari kamu" --------- Nathan Sanjaya Putra ----------- "Jangan pernah nangis sendirian, kalau butuh sandaran untuk menangis, pakai saja pundak ku.." ---Dion Maheswara---- "aku mencintaimu dengan sederhana...dengan kata yg tak sempat disampaikan kayu kepada api...yg menjadikannya abu" "diam mu dalam diam adalah rindu...rinduku dalam diam hanyalah semu...dan cinta itu dalam diam hanyalah pilu...kini...Dunia kita akhirnya berbeda..." (Lala Arisandy) ---------------------------------------------------------------- Maaf kalau part-part awal bahasanya rada gaje...tapi lanjut aja bacanya... Part kebawahnya seru...dan ending nya gak ketebak deh... Tinggalin komen dan jangan lupa vote ya Cerita ini bakal lengkap sampai ending... Rilis tiap hari yah kalo Author gak busy... Next InsyaAllah juga bakal ada cerita dengan judul lain yang alurnya juga bagian dari "Beda Dunia" Liat respon cerita ini dulu...tinggalkan jejak kalian disini wahai para Readers Always cekidot yah...