Si Jomblo Jatuh Cinta

Si Jomblo Jatuh Cinta

  • WpView
    Membaca 145
  • WpVote
    Vote 17
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 23, 2018
"Eh lo sengaja mata matain gue ya!" Ucap zul pada perempuan trsbut yang tak lain adalah Keyla. "Eh elo kali yang pura pura engga kenal gue trus lo yang mau matamatain gue!" Ketus keyla dengan nada yang spontan membuat beberapa mata memandang mereka. "Emg gue ga kenal!" Timpat zul yang di iringi senyum miringnya dan berlalu meninggal kan keyla di belakang. "Gue kan udah bilang tuhan!!gue ngga mau ketemu sama cowo kya dia nyebelin sok cool ih jijik gue!" Umpat keyla sambil mengacak rambutnya frustasi dan perktaannya masih terdengar oleh zul yang belum jauh dari hadapannya. Lalau zul balik putar arah pandang dan melotot ke arah keyla dengan penuh kemarahan. "Gue kan udh bilang gue juga ga bakalan mau ketemu cewe rese kaya lo!" Jelasnya dan memajukan langkahnya mendekat ke keyla. "Yee...bilang aja lo!ngikutin gue kan!" Keyla mlah terlihat menanantang. "Elu yang ngikutin gue!" Zul mendecih kesal. "Elu" "Elu" "Elu" "Aduh dasar cewe rese aneh gila!" Ketus zul sambil memandang mata keyla lekat lekat. Keyla hanya diam sampai kepergian zul tak di ketahui keyla.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Amor Eterno
  • Because ILY [Completed]
  • My Little Monster - Completed
  • Tokoh Utama
  • Kamu
  • THE CLIMB [Completed]
  • SHETAN
  • CINTA DALAM KELABU
  • Arsyilazka
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan