We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Melody [#WYSCWPD]

Melody [#WYSCWPD]

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 30, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
-----61------- "Silahkan turun nona, " kata Pak. Joe kepadaku. bendera kuning di rumahku? Ada apa ini! Aku berkata dalam hati. Batinku berkecamuk, antara marah dengan diriku sendiri, kecewa, dan sedih. Aku segera berlari ke dalam rumah melewati kerumunan beberapa orang. Seketika hatiku bagai tersayat ratusan mata pisau, lidah ini kelu, bahkan kaki ini bagai tak sanggung untuk menopang tubuhku. Aku terduduk lemas dengan pemandangan jasad yang kaku dan pucat di depanku, aku tak mampu berucap. Aku hanya memeluknya dan menangis sejadi-jadinya. "Ibu... ibu... bangun ibu... Jangan tinggalkan Melody!! Ibu bangun!! " Aku tak kuasa menahan semuanya. satu kata untuk semua ini, BERAT! Sungguh momen yang sangat menyayat hatiku. Aku menengok ke samping, kulihat ayah sedang menundukkan kepala sambil menangis. Bagaimana ini? Akankah aku siap tanpa ibu? Akankah jika aku membagikan segelintir kisahku kalian ingin membacanya dan mengambil pelajaran? Aku tidak tau. Aku hanya ingin membagikan kisahku ini.. #WYSCWPD
All Rights Reserved
#133
fan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • For You [END]
  • DIA (Completed)
  • Grafi [End]
  • Strong Girl Michella (END)
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Breathe
  • Aku Jatuh dan Cinta
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines