Story cover for Vernielde by Matchaca
Vernielde
  • WpView
    LECTURAS 232
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 232
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado may 21, 2018
"Heh, beruk sulawesi. Nasi dipandangin doang, makan bego!" Bara meraup wajah adiknya yang sedari tadi melamun, alhasil Caca kaget atas perlakuan kakak laki-lakinya itu.
	"Kecolok mata Caca ih, gatau apa Caca lagi mikirin Someone."
	"Alah Monyet Kalimantan sok mikirin cowo."
	"Ih apaan si lo, beruk Sulawesi lah, monyet Kalimantan semua aja dibawa-bawa."
	"Lagian itu makanan disediain buat dimakan, bukan buat persembahan lamunan lo."
	Caca kesal dengan sikap Bara yang merusak khayalan tingginya. Matanya kini menatap kakak laki-laki semata wayangnya itu, tatapan dendam terpanah tertuju untuk Bara.
	"Ca.."
	"Paan?" Sebenarnya Caca malas untuk menjawab panggilan Bara, tetapi mulutnya reflek menjawab dan sekarang ia menyesal telah menjawab.
	"Gausah pacaran."
	"Hah?" Caca belum bisa mencerna ucapan Bara, karena dia tidak seratus persen fokus pada suara kakanya itu.

Kenapa Bara melarang Caca?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Vernielde a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#610fight
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Harapan Bunga Terakhir de safirapebrianaa
21 partes Continúa
"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Shafael's cover
Law Of Arshaka cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
Harapan Bunga Terakhir cover
RAVASYA [END] cover
Because I'm Stupid (End) cover
Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED] cover
Sibling Goals cover
Kahfi dan Yumna 2 cover

Shafael's

11 partes Concluida

#Bahagia #Baper #Sedih Berawal Dari Pertemuan Yang MenyebalKan, Kamu dan Aku Dipersatukan. "Aduhh... Kaki guee! Mommy!kaki afa berdarah!" Jerit shafa, terjatuh karena bertubrukan dengan seseorang "Lu gapapa? " Tanya seseorang itu "Gapapa gimna?! Kaki gue berdarah! Dan ini semua gara-gara lo! " Sarkas shafa Lalu bagaimana kelanjutannya? Stay toon terus sama cerita aku gaisss... Happy Reading!