Vernielde

Vernielde

  • WpView
    Reads 232
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 10, 2019
"Heh, beruk sulawesi. Nasi dipandangin doang, makan bego!" Bara meraup wajah adiknya yang sedari tadi melamun, alhasil Caca kaget atas perlakuan kakak laki-lakinya itu. "Kecolok mata Caca ih, gatau apa Caca lagi mikirin Someone." "Alah Monyet Kalimantan sok mikirin cowo." "Ih apaan si lo, beruk Sulawesi lah, monyet Kalimantan semua aja dibawa-bawa." "Lagian itu makanan disediain buat dimakan, bukan buat persembahan lamunan lo." Caca kesal dengan sikap Bara yang merusak khayalan tingginya. Matanya kini menatap kakak laki-laki semata wayangnya itu, tatapan dendam terpanah tertuju untuk Bara. "Ca.." "Paan?" Sebenarnya Caca malas untuk menjawab panggilan Bara, tetapi mulutnya reflek menjawab dan sekarang ia menyesal telah menjawab. "Gausah pacaran." "Hah?" Caca belum bisa mencerna ucapan Bara, karena dia tidak seratus persen fokus pada suara kakanya itu. Kenapa Bara melarang Caca?
All Rights Reserved
#262
fallinlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan Bunga Terakhir
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Did I wrong?
  • The Beauty Inside(Complete)
  • RAVASYA [END]
  • Hello, Shaka! ( END! )
  • My Illegal Boyfriend
  • Sibling Goals
  • Because I'm Stupid (End)
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)

"abang!... aku dapet penghargaan loh" Teriak gadis Kecil mengejar lelaki dewasa didepannya lelaki yang di panggil abang itu hanya merespon delikan mata "abang mau kemana?,, " "ara ikut ya" mata itu menyorot tajam bak elang yang akan membunuh gadis mungil yang berdiri di depannya "lo!... bisa DIEM gak!!!.. " Bulir airmata menggenang di pelupuk iris mata terangnya "ta'ap'i.. ara.. " "shitt' diem." dengan sorot tajam menahan amarah suara itu kembali membuat gadis itu bungkam bersamaan dengan jatuhnya bulir bulir airmata yang dipendam gadis Kecil itu. ⋆ ˚。୨୧˚˚୨୧。˚ ⋆ ' Menyerah ' Satu kata yang slalu berkeliaran dipikiran nya, apakah ia harus menyerah pada titik ini?? sedangkan ribuan pertanyaan Dan harapan masih setia bersemayam dipikiran nya Tidak adil baginya yang tidak tahu menahu titik permasalahanya tapi mengapa ia yang mendapat kesialan ini, satu kata yang slalu tertanam " PEMBUNUH " itulah kata yang slalu orang orang lemparkan pada diri nya... Gadis Kecil yang dulu slalu mengharapkan kasih sayang walau sekedar pelukan, nyatanya itu tidak ia dapatkan sampai kini ia kokoh berdiri sendiri menatap hamparan bintang dilangit dengan tatapan sendu, akankah semesta mendukung nya? _ apakah gadis Kecil itu bisa mewujudkan harapannya? .. _ Atau ia akan kalah akan takdir yang seolah tidak mendukung keinginan nya ? • • • _plagiat dilarang mendekat_ Dilarang garis besar Murni cerita sendiri tanpa Ada campur cerita lain Tahap revisi..... @meesyaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines