Rainmaker

Rainmaker

  • WpView
    Reads 402
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 22, 2021
Bagaikan dua kutub yang saling tolak menolak, Lena dan Lana memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Hal ini seringkali membuat mereka tidak akur. Semakin pendiam dan cuek Kelana Wijaya a.k.a Lana, Marlena a.k.a Lena makin ingin menggodanya dan memancing keributan. Cowok cerdas yang sering dibanggakan Ayahnya itu, bisa dibilang tidak memiliki empati. Lana benar-benar malas berhubungan dengan Lena yang amat emosional; mudah senang, mudah sedih, mudah bahagia, mudah baper, mudah terharu dan segudang mudah lainnya. Hingga mereka terjebak dalam satu peristiwa yang membuat hubungan keduanya tak sama lagi. Baru kali itu, Lena sadar bahwa ia tidak akan mampu berhadapan dengan cowok yang memiliki sisi misterius dan menakutkan itu. Satu persatu peristiwa mulai membuka matanya akan sosok Lana. Disaat Lena ketakutan dan hendak menjauh, mengapa kali ini Lana mendekati dan bahkan menjaganya? Apakah otak encernya mulai membeku sehingga ia kehilangan kewarasan? Atau mungkin, ini salah satu trik nya agar dapat menjebak Lena masuk dalam genggamannya? Lalu mengapa apa tatapan mata yang sedingin es kutub itu kini mendadak terlihat hangat dan jujur?
All Rights Reserved
#320
stalker
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story Of Putri [COMPLETED]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • DRABIA [END]
  • Another Side of You
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • Rannia√
  • Aku, Kamu, dan Waktu
  • Embun di Ujung Semanggi

Revan bertanya, "mengapa wanita selalu beranggapan bahwa pria mudah bosan?" Gadis itu, Putri, menarik sudut bibirnya ke atas dan menjawab, "fakta membuktikan, beberapa pria beranggapan wanita tidak mempunyai pendirian. Dan beberapa wanita menganggap pria tidak mempunyai kepastian." Dia diam, matanya lurus menatap Putri dan tak lama dia tersenyum. Senyumnya sangat menawan. Senyum yang sangat Putri sukai. Senyum yang bisa membuat hatinya berdesir hebat setiap kali dia melihatnya. Senyum yang bisa membuatnya lupa akan masa lalunya. Revan mengacak tatanan rambutnya, "nggak salah gue pilih lo, Put." S T O R Y O F P U T R I vschagstne © 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines