Story cover for Partner Hidup by lenisetyaningrum06
Partner Hidup
  • WpView
    Reads 87,764
  • WpVote
    Votes 2,854
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 87,764
  • WpVote
    Votes 2,854
  • WpPart
    Parts 17
Complete, First published May 22, 2018
"Kamu harus nikah dengan saya sekarang."


"Nikah pala lo. Nikah aja sono sama yang mau sama lo. Lo kan ganteng tuh ya, pasti banyak dong yang ngantri."


"Dan kamu salah satunya."


"Heh kuncup, pede banget lo. Lo tu sebenarnya mau ngajak nikah apa mau ngajak berantem sih."



Nikah sama cowok ganteng, siapa yang gak mau coba. Tapi sayang nya dia menganggap gue hanya sebagai partner. Buat gantiin pernikahan dia yang dibatalkan sepihak dari ceweknya. Sedih gak sih, nikah seumur hidup sekali aja gini amat. Untung ganteng. Kecuali kalau gue boleh punya suami dua. Dan bisa dipastikan abis itu, gue tewas digantung sama suami pertama, emak gue, dan mertua gue.




- Aurelia Ardiansah Putri
- Abimana Dwi Orlando
All Rights Reserved
Sign up to add Partner Hidup to your library and receive updates
or
#142kontrak
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
AMOUR (Mr. Pradipta) cover
How Dare I cover
Kesayangan Mas cover
He Was My First Crush (Curse!) cover
TERJERAT CINTA PRIA ANGKUH  cover
R a i n a  cover
Trial & Error cover
My Hottest Daddy [Hottest Series#3] cover
SANG PENGANTIN BAYARAN cover

AMOUR (Mr. Pradipta)

36 parts Ongoing

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?