429 Days
  • WpView
    Reads 619
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 27, 2018
Kisah seorang wanita bernama Rasyifa Zulaika yang baru menginjak masa remaja. Dia duduk di kelas 11, salah satu murid yang rajin dan cerdas. Memiliki banyak teman, sahabat, serta berbagai kenangan. Lalu, dia menemukan seseorang yang sangat berarti untuk dirinya. Di situlah hidupnya menjadi berwarna.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • My Life In Your Dreams [REVISI]
  • KISAH
  • ARDHANI [ On-going ]
  • Clarity
  • REKSA: The Last Bell
  • Last Memory
  • My Dear Brother | Haruto & Jeongwoo
  • KRAVIRA's

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines