LAURA

LAURA

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 1, 2020
~Laura Angelia Wanita keturunan Inggris-Jawa. Berusia 26 tahun. Merupakan salah satu dokter spesialis bedah jantung, lulusan Inggris yang bekerja di RS Jakarta. Dan memiliki masa lalu yang sangat ia hindari dan ingin ia lupakan. ~Nathan Andrian Ceo sebuah perusahaan terkenal di Jakarta. Berusia 27 tahun. Laki-laki yang sangat mencintai Laura. Baik di masa lalu dan sekarang. Ia akan memperjuangkan Laura sampai Laura kembali lagi pada hidupnya. ●●●●●●● "Ra tunggu, aku mau jelasin semuanya ke kamu." Kata Nathan "Apa lagi yang mau lo jelasin?! Semua udah jelas." Kata Laura dengan nada marah "Semua itu salah paham Ra." "Terserah lo mau bilang apa, karena menurut gue semuanya sangat jelas Nathan." Kata Laura sambil pergi meninggalkan Nathan "Aku bisa buktikan kalo aku beneran ga salah Ra!" Teriak Nathan pada Laura yang telah berjalan jauh ●●●●●●●●
All Rights Reserved
#820
salahpaham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Profession[End]
  • Love Story Of Anna
  • Found You
  • Stay After Hours [END]
  • Komandan Tampanku
  • My Big Boss
  • Simbiosis Mutualisme
  • Love In Washington.
  • From D Dear D

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

More details
WpActionLinkContent Guidelines