Sahabat, aku rindu..

Sahabat, aku rindu..

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, May 22, 2018
WpInfo
Poetry
Aku percaya, bahagia itu dihasilkan dari hal-hal sederhana. Seperti persahabatan kita yang dimulai dari pertemuan sederhana tapi penuh makna. Dari perkenalan yang singkat namun kita menjadi sangat dekat. Aku tak pernah menyangka, Allah kirimkan dirimu untuk menjadi sahabatku.. Disaat aku sedih, hadir dirimu yang selalu menemani dan menghiburku. Disaat aku salah, dirimu selalu menasehati dengan tutur kata yang indah. Dan disaat aku diterima dalam kehidupanmu, aku tak sanggup lagi untuk berkata hanya air mata yang dapat melukiskan segala bahagia. Tapi sekejap kebahagiaan itu seolah sirna. Saat kau memutuskan untuk pergi jauh menyebrangi lautan. Pergi untuk mengejar cita-citamu. Sungguh perasaanku sungguh tak menentu. Sedih, kecewa, menangis. Jujur, aku tak ingin kau pergi. Aku belum sanggup menjalani hari-hariku tanpa dirimu. Tetapi aku tau, ini adalah ujian untuk persahabatan kita. Aku mencoba kuat, walau ini berat. Aku tak ingin menjadi beban dalam kehidupanmu. Jarak memang memisahkan kita. Tapi percayalah, hati kita selalu dekat. Namamu senantiasa aku ucap dalam setiap do'aku. Aku sangat merindukanmu.. Bila aku menangis, kau selalu menguatkan dan menghapus air mataku. Kau bukan hanya seorang sahabat, tapi kau adalah saudaraku. Walau canda tawa dan kebersamaan kita hilang. Dan walau genggaman erat tanganmu kini hanya tinggal bayangan. Tapi aku yakin ini hanya untuk sementara. Aku sadar, jarak yang memisahkan kita ini sangat memberikan banyak pelajaran agar kita tetap berprasangka baik, bersabar, selalu bersyukur dalam menerima takdir-Nya dan ikhlas dalam menjalani setiap keadaan dalam kehidupan ini. Disini aku selalu menunggumu untuk pulang. Menunggumu untuk meneruskan cerita persahabatan kita yang sempat terhenti. Ingin rasanya aku memelukmu tanpa melepaskanmu kembali. Aku berharap rindu ini dapat tersampaikan. Terima kasih sahabatku, untuk segalanya. Aku menyayangimu.. By : Ukh.ym
All Rights Reserved
#255
adik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Remaja
  • Maaf' (Revisi)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • "TEMAN HIDUPKU"
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Antara Jarak Dan Waktu

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines