We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Bridegroom Teacher Fierce

My Bridegroom Teacher Fierce

  • WpView
    Reads 286
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Nov 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Gimana perasaan kalian jika harus menikah di usia mudah? Karena sebuah perjodohan! Apalagi lelaki yang akan menjadi suami kamu adalah guru mu sendiri. Alias guru paling kejam yang selalu memberiku hukuman setiap melakukan pelanggaran di sekolah. Guru yang berwajah malaikat nyaris sempurna namun memiliki hati sekejam iblis. Apa jadinya jika dia yang menjadi suami ku! Nggak lucu kan kalau tiap hari aku ampe ngompol dicelana gegara takut sama suami sendiri. Tapi aku nggak bisa berbuat apa- apa lagi kalau ayah, bunda dan kedua kakakku sudah berkata iya maka jawabannya tetap iya walaupun mulut berbusa sekalipun untuk protes ujung- ujungnya jawabannya akan tetap iya. Nyesek kan jadi aku. Yang di kelilingi orang- orang kejam. Ayah kejam kakak kejam dan suami yang kejam. Oh tuhan lengkap banget ya hidup ku......
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENI MEMAHAMI HATI ISTRI
  • Neyralgis||On Going
  • My Lecturer My Husband [SUDAH TERBIT]
  • My Perfect Husband
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • CRAZY WEDDING
  • My Sweet heart
  • My Innocent Wife (END) ✅
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)

Menjelang enam tahun usia pernikahan ternyata tidak menjamin aku bisa memahami karakter seorang perempuan dalam diri istri. Terkadang, aku menyesalkan mengapa di buku nikah tidak disertakan panduan bagaimana suami memahami istri. Waktu beli alat elektronik saja pasti dikasih buku panduan penggunaan. Jadi kalau ada masalah pada alat tersebut, ya tinggal baca buku panduan, ikuti petunjuk, beres. Sedangkan di buku nikah tak ada arahan serupa. Padahal dunia pernikahan nyatanya lebih rumit dari sekedar mengoperasikan alat elektronik. Sebab istri merupakan mahkluk antik. Susah dimengerti tapi selalu ingin dimengerti. Bahkan di beberapa hal, percakapan yang awalnya normal saja, bisa menjadi sensitif dan membuat ia ngambek tak karuan. Seperti beberapa hari sebelum lebaran tiba, ketika aku mendapat pesan WA dari wakil kepala sekolah, yang kebetulan seorang perempuan. "Dari siapa, Bang?" tanya istri. "Dari Bu Bunga (bukan nama ilmiah), aku diminta ambil parcel lebaran di sekolah. Katanya ada tambahan uang juga khusus buat guru honorer. Bu Bunga emang baik, dia yang ngusulin ke yayasan agar guru honorer juga dapat Tunjangan Hari Raya." Lantas istri kembali bertanya, "Bu Bunga itu yang mana, Bang?" "Masa' ndak inget, Neng? Waktu Ayas opname tahun lalu beliau njengukin di rumah sakit. Bu Bunga pakai baju hitam kerudung putih," ucapku. Tanpa disangka istri langsung manyun, "Duh, kayaknya spesial banget Bu Bunga di pikiran Abang. Sampai baju yang dipakai setahun lalu pun diingat." Loh, kok jadi kayak gini? Ucapku dalam hati. "Iya, kan? Orangnya spesial kan di mata Abang?" "Ya Allah, ndak gitu, Neng."

More details
WpActionLinkContent Guidelines