Kuberi Tasbih Untukmu

Kuberi Tasbih Untukmu

  • WpView
    Reads 179
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 24, 2018
Sebaik-baiknya aku adalah lebih baik kamu yang telah membuatku lebih baik. Terimakasih karena kau telah membuat hidupku yang gelap menjadi terang hingga aku tahu arti hidup ini sebenarnya. Aku bersyukur karena Allah telah mempertemukan kita, aku bahagia dengan semua takdir Allah. Meskipun orang-orang berkata aku tak pantas untukmu, aku akan terus memperbaiki diri hingga aku pantas menjadi pendamping hidupmu. Terimakasih atas segala cinta dan kasih sayang yang terus kau berikan untukmu. Anaa Uhibbuka Fillah. ©Copyright 2018 -Innarizma
All Rights Reserved
#114
sabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Ana Uhibbuka Fillah [Sudah Terbit]
  • Your Presence [End]
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Embun yang Ternoda | Terbit "Menuju Cahaya"
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • Cinta Sabilla | √
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Syair Cinta Az Zahra
  • After You (Selesai) ✔

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines