BIG SECRET

BIG SECRET

  • WpView
    Reads 760
  • WpVote
    Votes 104
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 28, 2020
"Cinta pandangan pertama? Haha.. Dulu aku menyangkalnya. Tapi sekarang aku percaya adanya." ~Arvino Pradipta~ Cinta pada pandangan pertama yang dulu kukira terasa mustahil untuk bisa kurasakan. Tapi ternyata aku malah terjebak didalamnya. Berputar putar didalam labirin hati seseorang yang kukira sengaja menjebakku dan tak akan membiarkanku untuk bebas darisana. ... Arvin menatap Diva. Gadis yang memiliki wajah imut dan ekspresi datar juga tenang itu terlihat sangat menikmati suasana ini. Sudut bibirnya sedikit terangkat. Matanya fokus tertuju pada lampu lampu kendaraan yang sibuk berlalu lalang dijalanan. "Diva lo mau mendengar sebuah pengakuan?." kalimat itu lolos seketika dari mulut Arvin. Diva menatap Arvin, ia mengerutkan dahinya bingung."Maksudnya?" Arvin berbalik menghadap ke Diva. Merapatkan tubuhnya ke tubuh Diva."Gue suka sama lo." bisik Arvin tepat ditelinga Diva. Suasana di rooftop cafe tiba tiba berubah menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Diva agak sedikit terkejut. Kemudian ia bersikap seperti biasa lagi."Alasannya?" jawab Diva dengan ekspresi datarnya "Mencintai juga perlu alasan?" Arvin menatap Diva lekat. Diva membalas tatapan Arvin dengan sedikit ragu."Ya.. Kalau bagi gue harus punya alasan." jawab Diva enteng kemudian mengalihkan pandangannya lagi kebawah, kearah jalanan. "Kenapa gue harus beralasan buat jatuh cinta sama lo?" Arvin mendongakkan kepalanya, menatap langit gelap tanpa bintang. Diva menghembuskan nafasnya, tatapannya tak beralih dari lampu lampu kendaraan dibawah sana. "Karena kalau kita berawal tanpa sebuah alasan.. Kita pasti akan berpisah tanpa alasan juga." jawab Diva sangat tenang. "Ta-" Diva langsung memotong perkataan Arvin, "Simpan rasamu! Gue akan tunggu sampai lo menemukan alasan yang tepat." Diva berbalik dan melangkah pergi begitu saja. Arvin termenung sebentar. Mencoba mencerna apa yang baru saja dikatakan Diva. ...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • East sky first love
  • LO$ER = LO♥️ER
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Gula - Gula
  • Friendship In Love
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • BarraKilla

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines