Sahabat ke Surga

Sahabat ke Surga

  • WpView
    Reads 1,898
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Mon, Jun 4, 2018
"Nah, dari sini kita bisa ambil satu kesimpulan. Bahwa manusia itu memang hanya bertugas untuk terus mendakwahkan, menyerukan, dan meninggikan kalimat-kalimat Allah. Perihal bagaimana caranya semua kalimat itu bisa masuk dan meresap di hati manusia, itu sudah jadi bagian Allah. Nggak ada lagi urusannya sama kita." 🌻🌻🌻🌻🌻 Ini merupakan kisah tentang sembilan gadis yang dipertemukan dalam satu mejelis ilmu. Dari yang tidak saling kenal lalu berubah akrab. Dari yang bukan siapa-siapa kemudian menjadi saudara. Atas dasar Lillah mereka membangun ukhuwah. Namun ketika ujian datang menerpa, mampukah mereka untuk tetap saling menjaga? 🌻🌻🌻🌻🌻 Warning!!! Fyi, cerita ini tidak mengandung kisah cinta antara pria dengan wanita. Tidak tersedia part yang akan membuat kamu baper parah. Jadi sebelum kecewa karena cerita ini nggak kamu banget, tinggalkan dengan baik-baik😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEGITIGA SAMA KAKI
  • IzinkanKu Untuk MelupakanMu [COMPLETED]
  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • HAUQALAH CINTA (TAMAT)
  • Cinta Gadis Berjilbab
  • Imam Untuk ZAHRA [Sudah Revisi]
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • Tasawuf Cinta
  • Assalamualaikum Calon Imam ✔
  • Di Balik Niqab [TERBIT]

SINOPSIS Ini kisah tentang rasa yang menjadi tabu, karena banyak hal yang tak satu. Tentang nyawa-nyawa yang berbagi salah satu jenis rasa, tentang satu rasa dari tiga yang tak sama. Ini tentang mereka. Satu gadis yang senyumnya terbuka, dalam setelan rapat berwarna tak pernah cerah. Tentang si gadis yang matanya tak pernah redup di petang mereka, yang tak padam layaknya warna gamisnya. Hangat yang dipancarkan, mengalahi aroma bubur ayam yang biasa menjadi penutup hari ketiganya. Itu, pula dua yang lain dari masing-masing yang tak sama, membentuk jalinan dari suatu kejadian. Pun sejak itu, sehari saja tak pernah diizinkan lewat tanpa warna. Mereka memegang rasa bak polesan kuas, membentuk rupa dalam beda. Ketulusan dalam bangunannya berbatas pada aturan Pemilik Ketetapan. Tak apa, ini mengenai sebuah angin yang berubah badai dalam menerjang dinding rasa yang terlampau kuat, menjadikan runtuh karena perbelokan sudut pandang. Satu sisi, mutlak tak boleh saling menyalahi, sebab tak ada yang melanggar aturan main Sang Pemilik Aturan di sini. Sungguh. Ini kisah mereka, tiga nama pencipta sudut dalam sebentuk bangun berisi status dalam makna, tanpa nama, yang akan terurai dalam lembar berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines