Haruskah ku Mati

Haruskah ku Mati

  • WpView
    OKUNANLAR 2,697
  • WpVote
    Oylar 38
  • WpPart
    Bölümler 23
WpMetadataReadDevam ediyor2h 42m
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Çar, Mar 4, 2020
Ini adalah kisah nyata perjalanan cintaku. Sejak kecil aku mengenal lelaki itu. Nama lelaki itu Aim. Tubuhnya tinggi, kurus, kulitnya putih dan wajahnya tampan. Dia sudah menjadi temanku sejak kecil. Diam-diam ternyata dia menyukaiku. Berawal dari cinta masa kecil yang terbawa sampai kami dewasa. Lelaki yang awalnya terlihat pendiam, kaku, gak punya banyak teman, dan cuek. Ternyata seiring berjalannya waktu dan setelah aku mengenalnya lebih dalam, dia sangat humoris dan baik hati. Lelaki itu membuat aku mengerti arti dari cinta sejati. Sampai akhirnya dia pergi. Biasanya dia selalu pamit kalau pergi dan biasanya selalu mengajakku. Tapi kali ini dia pergi tanpa pesan, meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan. Pertanyaan yang belum ku temukan jawabannya. Dia pergi meninggalkanku dengan semua kenangan indah yang membuatku terluka. Dia meninggalkan cinta pertama dan terakhirnya. Dia pergi meninggalkanku selamanya. Ini kisah tentang perjuanganku hidup tanpanya.
Tüm hakları saklıdır
#19
pergi
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Waktu Paruh
  • Pemuas Nafsu Keponakan
  • Kangen Kamu Setelah Perpisahan
  • Ms. Sure [21+]
  • Two Souls (Tamat)
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Bumi
  • Dancing with Sadness

Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan suatu obat untuk mengurangi kadarnya di dalam tubuh menjadi setengah dari jumlah awalnya. Obat harus selalu ditambahkan kembali agar konsentrasinya tidak berkurang, apalagi hilang. Seperti obat yang memiliki batas waktu untuk bertahan, cinta juga demikian. Sebesar apapun rasa cinta yang tumbuh, waktu akan turut serta mengambil peran untuk membuatnya tak lagi utuh. Ketika cinta mencapai waktu paruhnya, kita dihadapkan pada dua pilihan: bertahan dengan cinta yang semakin berkurang atau merelakan cinta itu hilang. Sayangnya, cerita ini adalah benar-benar pernah terjadi.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi