Haruskah ku Mati

Haruskah ku Mati

  • WpView
    LECTURES 2,691
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Chapitres 23
WpMetadataReadEn cours d'écriture2h 42m
WpMetadataNoticeDernière publication mer., mars 4, 2020
Ini adalah kisah nyata perjalanan cintaku. Sejak kecil aku mengenal lelaki itu. Nama lelaki itu Aim. Tubuhnya tinggi, kurus, kulitnya putih dan wajahnya tampan. Dia sudah menjadi temanku sejak kecil. Diam-diam ternyata dia menyukaiku. Berawal dari cinta masa kecil yang terbawa sampai kami dewasa. Lelaki yang awalnya terlihat pendiam, kaku, gak punya banyak teman, dan cuek. Ternyata seiring berjalannya waktu dan setelah aku mengenalnya lebih dalam, dia sangat humoris dan baik hati. Lelaki itu membuat aku mengerti arti dari cinta sejati. Sampai akhirnya dia pergi. Biasanya dia selalu pamit kalau pergi dan biasanya selalu mengajakku. Tapi kali ini dia pergi tanpa pesan, meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan. Pertanyaan yang belum ku temukan jawabannya. Dia pergi meninggalkanku dengan semua kenangan indah yang membuatku terluka. Dia meninggalkan cinta pertama dan terakhirnya. Dia pergi meninggalkanku selamanya. Ini kisah tentang perjuanganku hidup tanpanya.
Tous Droits Réservés
#9
cintasejati
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pemuas Nafsu Keponakan
  • My Love in Air
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Kangen Kamu Setelah Perpisahan
  • Selagi Bernama Kita
  • Bumi

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel. Untuk adek-adek mohon jangan baca ini ya..... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku, Rina, seorang wanita 30 tahun, berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku sementara tinggal dengan kakakku dan keponakanku, Aldi yang berusia 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan, namun berubah menjadi mimpi buruk ketika Aldi menunjukkan perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Aku terjebak dalam perang batin antara rasa bersalah dan penyesalan, sementara bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi, tetap percaya bahwa segala sesuatu baik-baik saja. Ketika dia pergi meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Aku mencoba berbicara dengan Aldi untuk menghentikan siklus ini, tetapi perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuatnya semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan Aldi dan menemukan kedamaian, atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu