pelajaran untuk keluarga baru

pelajaran untuk keluarga baru

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 23, 2018
Sepulang sekolah ,aku mendapati rumah dalam keadaan sepi. pintu depan tidak terkunci. mungkin mia sudah pulang terlebih dahulu. kalau bukan mia siapa lagi? mama pergi belanja, jam seginian mbk mar pasti sedang main ke rumah tetangga. aku langsung masuk ke kamar dan bergegas ganti pakaian. perutku sudah keroncongan . kira-kira mbk mar masak apa ya? ketika melewati kamar mia, aku terdengar suara isak tangis Ku ketuk pintunya perlahan. tak ada jawaban. Ah, barangkali ia sedang tak ingin di ganggu . baru satu langkah dari kamar mia aku mendengar mia sedang menangis. (Tiba - tiba mia keluar kamar dengan membawa tas) kamu mau kemana mia (tanyaku) aku mau ke rumah nenek , kamu sama mama kamu ingin merebut papa dariku kan. mama juga menyingkirkan foto mamaku yang ada di kamar tengah . kamu ingin Mengganti foto mamaku dengan foto mama mu kan. (jawab mia) Lalu papa pulang dan menanyakan keberadaan mia. mia ke mana? lalu aku menjawab : mia ke rumah nenek pa. akhirnya aku ,papa,mama,dan mbk mar menyusul mia ke rumah nenek. Kenapa kamu pergi ke rumah nenek . (tanya papa). aku benci mama , kenapa mama menyingkirkan foto mamaku yang di kamar tengah. lalu mbk mar menjawab : mbk mar yg salah non ,mbk mar sudah di suruh mama memasang foto mama non . tapi mbk mar lupa😇 . lalu mama berkata: mama tidak akan menghalangi mama mia mengirim senyumnya dari surga untuk mia☺😊😊 . mama sayang mia, dan kalian semuanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY SWEET DUDA
  • Here with me (CH2)
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • School Heart♡ [TAMAT]
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • DIA ADALAH NAJA
  • DOCTOR
  • Perjodohan (Zeesha)
  • Albel

annaya jeslyn anak yang belum genap berusia 22 tahun.ia hidup selalu ingin bisa hidup sendiri dikota jakarta . pada suatu hari ia sedang berbelanja di minimerket terdekat di apartemenya saat dijalan menuju pulang ia mendengarkan suara balita menangis. "hiks hiks mommy hiks" kemudian ia mendekati balita tersebut "haii kalian kenapa boy" tanya aya kepada para balita tersebut. kemudian ketiga balita tersebut langsung mendekat ke arah aya dan langsung memeluk kaki aya dengan erat. "mom-mmy jangan per- hiks pergi lagi k-kitta hiks kesepian a-aaku mau hiks ikut mommy aja" ucap salah satu balita tersebut. "hah mommy "beo aya " mommy dimana mommy kalian apa disana" (sambil menunjuk ke pasangan suami istri) "apa disana "lagi dan lagi anak anak tersebut hanya menggelengkan kepala mereka . " lalu siapa mommy mu "tanya ku anak itu malah menunjuku dan ya aku kaget dan langsung berkata "nak kakak bukan mommy mu" danlangsung saja anak itu menangis dan terus berteriak.dan disana aku dihadiahi tatapan tajam para pejalan kaki dikiranya aku mau buang anak aja apa orang nikah aja belom .karena tidak mau dipandangi orang orang sekitar aku langsung membawa anak anak tetsebut menuju ke apartemanku dan disinilah awal hidupku berubah dari semula yang tenang menjadi banyak konflik yang terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines