"Untuk semua masalah yang datang padaku..
Aku berterima kasih padamu sudah mau singgah mewarnai hari-hariku.
Aku berterima kasih, karena mu aku lebih bisa menghargai arti hidup.
Aku berterima kasih lagi, karena kehadiranmu dulu membuatku jauh lebih kuat.
Disaat teman-temanku haya bisa merasakan satu rasa kehidupan
Tapi kau memberikanku bayak rasa
Sekali lagi terima kasih, tanpamu aku tak sekuat ini."
***
Senja Queenella, gadis manis berusia 16 tahun dengan segudang cerita dihidupnya, pahit, manis hidup sudah ia rasakan.
Mulai dari menjadi putri dalam keluaga kecilnya, menjadi teman yang pengertian, kekasih yang penyayang. Hingga akhirnya semua berubah, semua seolah kompak meninggalkan dan mengkhianatinya.
Takdir memang terlalu kejam kepadanya, takdir hidup yang tak biasa dihadapi oleh seorang anak yang berusia 16 tahun, anak yang ditinggal pergi ayah dan kekasihnya untuk selama-lamanya.
Kesalahan terdahulu membuatnya sendiri, benar-benar diasingkan, tak mengenal keluarga, teman, sahabat, ataupun kekasih. Tak tau arti kasih, sayang, cinta ataupun kesetiaan.
***
Sampai akhirnya ia bertemu dengan laki-laki badboy dan tak tau aturan bernama Pangeran Afajar Cakradara. Laki-laki penuh ambisius, sangat menyukai tantangan, sangat benci ditolak dan terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkannya.i
Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya
"Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya."
"Terus yang jagain Lea siapa?"
"Lea anak cewek, jadi harus mandiri."
Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya.
Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan.
Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar.
Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat.
"Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!"
"Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele."
Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti?
🥈#hujan 25/04/2025
🥇#terluka 11/09/2025
🥇#tekanan 26/04/2025
6 #broken 22/04/2025
3 #anaktengah 21/03/2025
1 #bandung 25/09/2025
no coppy, usahakan vote
[on going]