Story cover for Dear Riril by lindhadjamall
Dear Riril
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 24, 2018
Leukimia.? Siapa sih yang gak tau.? Semua orang tau apa itu Leukimia.!

"Apa? Gak mungkin dok? Dokter mungkin salah.. Itu bukan Riril dok"

"Ya . itu kamu Riril. Kamu mengidap penyakit Leukimia stadiun 4 tapi belum akhir kok. Jadi kamu tenang aja masih banyak waktumu didunia ini. Jadi pergunakan dengan baik ya. Ingat juga senyum mu jangan sampai hilang"

"Baik dok.. Tapi dokter, boleh gak aku minta satu hal sama dokter?"

"Boleh"

"Jangan beritau siapa siapa kalo Riril punya penyakit ini, Riril gak mau mereka mengasihani Riril, Riril gak mau mereka nantinya sedih dengan keadaan Riril.. pleasee"

"Baiklah"

"Terima kasih dokter"

Yaa.. Riril atau April Tockra seorang gadis yang mengidap penyakit mematikan itu. Entah sejak kapan penyakit itu muncul di tubuhnya. 

Riril gadis cantik, manis, imut, dan baik hati . diusianya yang menginjak 18 tahun itu telah di fonis penyakit mematikan..

~~~

Bisma Gandra seorang laki laki  yang mempunyai sikap dan tingkah laku yang baik. Namun masa lalu yang membuatnya mengubah sikap dan tingkah lakunya menjadi buruk.

"Aw"

"Loe punya mata gak sih? Kalo jalan tuh matanya dipake jangan cuman di pasang!"

"Maaf, aku buru buru"

"Loe kira maaf loe bisa gantiin Hp gue? Loe tau gak harga Hp gue ini mahal!"

"Maaf"

"Maaf.. Maaf aja loe.. Ganti!!"

"Ga-ganti?"

"Iyya.. Loe gak punya uang? Mana Hp loe?"

"I-ni"

"WHATT?? ini Hp loe? Ini mah gak cukup ganti Hp gue? Hp loe mah murahan"

"Maaf"

"Hah.. Ya udah sana pergi.. Tapi urusan kita belum selesai"

"I--iya"

"Dasar cewek aneh!!!"

Yaa itu lah salah satu sifatnya Kasar tapi aslinya lemah lembut kok
Satu lagi Bisma itu gak akan dengan mudahnya memaafkan seseorang apalagi kayak April . gak bakal deh..

bagaimana kelancutannya?? 
baca terus aja..
bagaimana kejadian setelah pertemuan itu?? apakah ada cinta yang muncul di antara keduanya?? 
baca aja terus
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Dear Riril to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
End & Wait  (Revisi) by chokolitos1
38 parts Complete
꧁End & Wait꧂ 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐤𝐧𝐚. Mencintai terkadang bisa menjadi suatu anugrah dan ujian, namun mana jika mencintai ada dalam dua dua nya anugrah sekaligus ujian yang Tuhan berikan. "Ala Terima kak" Ucap gadis itu sambil menundukkan kepala nya, gadis bernama ᴀʟᴀɴᴀ gadis cantik yang di lengkapi bulu mata lentik di kenal sebagai Ketua PMR di sekolah nya Alana sangat mencintai sean sejak pertama kali mereka bertemu kembali dan mungkin tak kan pernah berubah, mereka juga ialah teman semasa kecil tetapi sayang Sean tak menyadari itu. Tak begitu lama tuhan memberikan mereka jalan dengan sebuah perjodohan orang tua mereka, mereka pun menerima karena alana dan sean tak ingin menyakiti dan ngecewain orang tua , sedikit demi sedikit rasa itu mulai tumbuh dari kedua lalu mereka mulai menjalin hubungan pacaran. Tetapi tak selama nya jalan mulus begitu saja, ada seseorang yang tak begitu menyukai hubungan mereka bahkan mungkin itu ujian untuk alana dan Sean "INGET! Jangan sesekali lo deketin Sean lagi karena Sean hanya milik gue. " Ucap gadis itu dengan nada tinggi sambil mendorong bahu alana, alana terjatuh kepala nya terbentur diding sehinga luka ia pun meringis kesakitan di tambah pakaian nya yang juga basah. Banyak nya ujian bagi alana tuk mencintai seorang Sean dari mulai orang yang juga menyukai Sean dan yang lain nya , alana hanya bisa pasrah atas apa yang Tuhan berikan kepada nya. "Apa yang terjadi pada putri saya dok" Tanya ayah alana pada dokter itu dengan suara sendu " Putri bapa mengalami Limfoma "ucap dokter " Limfoma apa itu Dok? "Tanya ayah alana pada dokter itu " Sebuah penyakit kangker Darah yang menyerang lefosit" Jelas sang dokter ayah , dan ibu alana hanya bisa terdiam berusaha mencerna apa yang dokter itu bicarakan, menerima kenyataan bahwa Putri nya tak baik baik saja
How to Survive by LNVerenne
45 parts Complete
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
Friendzone by Sabiimh
25 parts Complete
Copyright©2018 by Sabiimh Plagiat dilarang mendekat!! No copy my story!! Cape mikirnya. [Ini cerita pertamaku yang dibuat pada saat aku masih pemula, amatiran. Jadi mohon maaf karna banyak typo, dan alur suka gak jelas] **** Nama wanita itu, Ara, Aradila Wilson. Wajahnya tidak secantik wanita diluar sana. Hanya saja mata birunya membuat jantung para kaum adam selalu bergetar saat memandang bola mata indah itu. Tetapi, sikapnya yang mudah emosional membuatnya ditakuti banyak pria, dan hanya sedikit pria yang berani mendekatinya. Hanya ada satu pria yang bisa membuat emosi Ara menurun, dan terkadang juga membuat emosi Ara menaik akibatnya. Nama pria itu adalah Malik Adelardo Achilles. Pria itu juga tak setampan pria diluar sana. Hanya saja senyumannya ditambah dengan lesung pipinya membuat para kaum hawa tergila-gila saat melihat senyuman manis pria itu. Ada ribuan orang diluar sana yang menginginkan hubungan Malik dan Ara lebih dari sekedar teman. Namun, keduanya belum mau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. Karena, takut sebuah hal buruk menimpa mereka, yang mengharuskan mereka berpisah dan menjadi orang asing. Mungkin juga, ada banyak orang diluar sana yang iri pada pertemanan mereka. Dan ingin memisahkan Ara dan Malik. Namun, keduanya tidak ambil pusing dengan para pengganggu itu. Mereka tetap bersama-sama dipenuhi dengan kebahagian, hingga akhirnya... Satu persatu masalah mulai berdatangan. Mampukah Ara dan Malik mempertahankan pertemanannya? Apakah mereka akan terus berada dalam zona pertemanan? Dan apa Ara dan Malik akan selamanya bersama-sama? ---- "Aku sudah melihat jutaan senja, tapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kau memelukku sebagai sore yang sederhana." -Malik Adelardo Achilles- "Aku baru sadar bahwa ada yang lebih indah dari senyummu. Yaitu, tawa kecilmu yang selalu aku rindukan saat kita duduk bersama menikmati indahnya senja." -Aradila Wilson- ---- #22 Nangis (6April2019) #9 Nangis (11April2019)
Tokoh Utama by MailaIsnaFadhea
21 parts Complete
" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.
Summer Triangle  (Revisi) by Eiralune_
48 parts Complete
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!" Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi. "Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!" Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa. Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira. Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya. "Gue takut mati di tangan lo, Are!" ✯✯✯ "𝙷𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚜𝚞𝚖𝚖𝚎𝚛 𝚝𝚛𝚒𝚊𝚗𝚐𝚕𝚎. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗, 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚒𝚗𝚐𝚒𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝙳𝚎𝚗𝚎𝚋, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚓𝚎𝚖𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝙰𝚕𝚝𝚊𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚅𝚎𝚐𝚊." -𝑪𝒉𝒂𝒒𝒊𝒓𝒂 𝑺𝒉𝒂𝒊𝒎𝒂 𝑳𝒐𝒗𝒊𝒆 ✯✯✯ ᴋᴀʟᴀᴜ ʙᴇʀʙᴀᴋᴀᴛ, ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴜɴɢᴋɪɴ ᴘʟᴀɢɪᴀᴛ! #1 friends #1 Time travel #1 teen #1 frendszone #1 sahabat #1 sadstory #1 friendship #1 broken #1 brokenheart #1 rahasia
You may also like
Slide 1 of 10
End & Wait  (Revisi) cover
How to Survive cover
[Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT] cover
Hai, Pak Dokter! (TELAH TERBIT) cover
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
ALSTARAN [END] cover
Friendzone cover
Tokoh Utama cover
ARAVIER [ON GOING] cover
Summer Triangle  (Revisi) cover

End & Wait (Revisi)

38 parts Complete

꧁End & Wait꧂ 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐤𝐧𝐚. Mencintai terkadang bisa menjadi suatu anugrah dan ujian, namun mana jika mencintai ada dalam dua dua nya anugrah sekaligus ujian yang Tuhan berikan. "Ala Terima kak" Ucap gadis itu sambil menundukkan kepala nya, gadis bernama ᴀʟᴀɴᴀ gadis cantik yang di lengkapi bulu mata lentik di kenal sebagai Ketua PMR di sekolah nya Alana sangat mencintai sean sejak pertama kali mereka bertemu kembali dan mungkin tak kan pernah berubah, mereka juga ialah teman semasa kecil tetapi sayang Sean tak menyadari itu. Tak begitu lama tuhan memberikan mereka jalan dengan sebuah perjodohan orang tua mereka, mereka pun menerima karena alana dan sean tak ingin menyakiti dan ngecewain orang tua , sedikit demi sedikit rasa itu mulai tumbuh dari kedua lalu mereka mulai menjalin hubungan pacaran. Tetapi tak selama nya jalan mulus begitu saja, ada seseorang yang tak begitu menyukai hubungan mereka bahkan mungkin itu ujian untuk alana dan Sean "INGET! Jangan sesekali lo deketin Sean lagi karena Sean hanya milik gue. " Ucap gadis itu dengan nada tinggi sambil mendorong bahu alana, alana terjatuh kepala nya terbentur diding sehinga luka ia pun meringis kesakitan di tambah pakaian nya yang juga basah. Banyak nya ujian bagi alana tuk mencintai seorang Sean dari mulai orang yang juga menyukai Sean dan yang lain nya , alana hanya bisa pasrah atas apa yang Tuhan berikan kepada nya. "Apa yang terjadi pada putri saya dok" Tanya ayah alana pada dokter itu dengan suara sendu " Putri bapa mengalami Limfoma "ucap dokter " Limfoma apa itu Dok? "Tanya ayah alana pada dokter itu " Sebuah penyakit kangker Darah yang menyerang lefosit" Jelas sang dokter ayah , dan ibu alana hanya bisa terdiam berusaha mencerna apa yang dokter itu bicarakan, menerima kenyataan bahwa Putri nya tak baik baik saja