Lucinda Van Betrich

Lucinda Van Betrich

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 29, 2018
Kehidupanku memang rapuh... takdirku memang mati untuk cinta. aku tak seharusnya berdiam diri begitu saja saat dia mulai menghancurkan masa depanku. kadang cinta yang ku mimpikan selalu berakhir indah seperti kisah cinta pangeran dan putri di kerajaan. tak hayal, semua hanya anganku saja. aku mati... mati dengan harapanku yang indah kini sirna di tangan laki-laki yang selama ini ku anggap pangeran hidupku. aku hancur, jiwa ini mati... aku hanya bisa menangis meratapi ragaku yang sudah tak bisa ku persatukan lagi dengan jiwaku... semua itu ulah si brengsek! *Hallo Hayy; Ini ceritaku yang baru aku publis, mudah²an readers pada suka yaah? maaf kalo banyak typo!😋😊 *Salam Manis Anggi Putri Sekar Editor Cover : Ajeng Zahra💐
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • antah-berantah
  • GADIS DANDELION
  • Empress Xie [Sudah Di Ebookkan]
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • Garis Takdir Sera [ON GOING]
  • Menjaga Monster
  • Creepypasta
  • Dendam Yang Terpendam
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]

kimly Selby alyady dananta . nama yang rumit bukan? persis dengan kehidupan yang ia jalani . keluarga . teman . pacar . harta .ia punya semua itu , namun itu tak membuatnya bahagia...karena realitanya itu semua palsu. ia dikhianati dengan segala yang ia punya. berkali-kali ia berdiri ditepi rooftop , berkali -kali ia menyemangati dirinya sendiri dengan kalimat " ini bakal baik-baik aja dan semua ini bakal berlalu" . sebenarnya kalimat itu membuat ia lebih hancur karena ia membohongi dirinya sendiri, ia merasa waktu tak kan berlalu ,ia merasa bahwa waktunya terhenti disatu titik .tapi apa boleh buat?hanya itu yang bisa ia lakukan. kimly : " dunia? sepertinya dunia sudah mengutukku...sekeras apapun aku berteriak menangis memohon kebahagiaan , dunia tak akan menghilangkan kutukannya.seseorang pernah berkata padaku " inilah dunia , bukan dunia itu kejam , tapi beginilah cara dunia mendidik kita menjadi orang yang kuat " huh, meski begitu tetap saja aku membenci dunia , namun ada kalanya aku merasa bersahabat dengan dunia . itu kurasakan pada malam hari , saat aku duduk tenang dirooftop dan menangis. langit yang indah itu bagai bahu seorang ibu untuk aku bersandar dan hembusan angin itu bagai tangan lembut seorang ibu yang menepuk lembut pundakku ."

More details
WpActionLinkContent Guidelines