Play With Me

Play With Me

  • WpView
    LECTURAS 281
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 12, 2018
"Cewe pindahan itu bernama evelyn" Seru Eric dan Derren sambil berjabat tangan tanda bahwa mereka setuju. Cewe jutex yang gak pernah tertarik sama cowo. Malah sering di ejek lesbi sama teman-teman kampusnya. Mulai saat ini hari-hari nya akan berubah total Ketika Eric dan Derren kedua cowo keren dan populer di kampusnya mulai menargetkan evelyn sebagai bahan taruhan. evelyn tak bisa hanya diam saja. "mereka pikir aq ini apa? " jika mereka memang menjadikan aq sebagai bahan taruhan mereka oke... fine. If you treat me like a game, I'll show you how to play. *warning* Mohon para remaja bijak dalam membaca.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AL AL GANG [Complicated]
  • TAFIA'S TEARS
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • One Change From You I Want
  • Bad Girl & Nerd Girl [END]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Fake Nerd
  • The Real Brengsek Boy (END)
  • Ruang dalam Relung (Re-upload)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido